Category: Confirm Running

How to Handle Millenial With NLP

HOW TO HANDLE MILLENNIALS WITH NLP

How to Handle Millenials With NLP – Millennials atau kadang juga disebut dengan generasi Y adalah sekelompok orang yang lahir setelah Generasi X, yaitu orang yang lahir pada kisaran tahun 1980- 2000an. Maka ini berarti millenials adalah generasi muda yang berumur 17- 37 pada tahun ini.

Millennials sendiri dianggap spesial karena generasi ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, apalagi dalam hal yang berkaitan dengan teknologi.Jika kita melihat ke dunia sosial media, generasi millennials sangat mendominasi jika dibandingkan dengan generasi X. Dengan kemampuannya di dunia teknologi dan sarana yang ada, generasi millenials belum banyak yang sadar akan kesempatan dan peluang di depan mereka. Generasi millennials cenderung lebih tidak peduli terhadap keadaan sosial di sekitar mereka seperti dunia politik ataupun perkembangan ekonomi. Kebanyakan dari generasi millenials hanya peduli untuk membanggakan pola hidup kebebasan dan hedonisme.

Memiliki visi yang tidak realistis dan terlalu idealistis, yang penting bisa gaya.Masuknya generasi millennials dalam dunia kerja, memunculkan beberapa keluhan dari para pimpinan perusahaan seperti kurangnya semangat juang dan etika dalam bekerja, ingin mendapatkan posisi atau jabatan dengan cepat, mudah pindah kerja demi mengejar gaji yang sedikit lebih tinggi dan masih banyak lagi keluhan lainnya sehingga membuat manajemen merasa bingung menghadapi tingkah polah generasi ini  dalam dunia kerja. Namun demikian, tidak bisa di pungkiri lagi bahwa generasi millennials akan mendominasi dunia kerja di seluruh dunia.

Pelatihan ini dihadirkan untuk anda bagaimana mengelola dan menghandel generasi millennials agar lebih produktif di perusahaan dan bagaimana cara berkomunikasi yang efektif dengan generasi ini agar mereka bisa bersinergi membantu akselerasi perusahaan dengan menggunakan NLP (Neuro Linguistic Programmining)

Melalui Pelatihan ini diharapkan peserta:

  • Peserta mampu memahami konsep dasar NLP untuk handling people & lead millennials
  • Peserta mampu memimpin dan mengembangkan generasi millennials
  • Peserta mampu memahami tipologi manusia khususnya generasi millennials
  • Peserta mampu berkomunikasi yang efektif dengan generasi millennials
  • Peserta mampu mengelola konflik (generasi millennials) dalam team atau dengan unit lain
  • Peserta mampu mengemas pesan untuk menyampaikan informasi, monitoring tugas & memastikan terselesaikan dengan minim konflik pada generasi millennials

Materi Pelatihan How to Handle Millenials With NLP:

  1. Overview Handling People & Lead Millennials
  2. What Millennials Want From Work and Life
  3. Pengaruh Generasi Millennials Terhadap Perubahan Manajemen dan Budaya Kerja di Perusahaan.
  4. Tips Mengelola dan Mengembangkan Generasi Millennials
  5. Pemahaman Terhadap Masalah yang Timbul Akibat Perbedaan Tipologi Manusia (Khususnya Generasi Millennials) dan Strategi Menanganinya
  6. Lead Millennials Through Mentorship
  7. Leading Millennials Is All About Collaboration
  8. NLP for Millennials
  9. Pola Komunikasi dan Kerjasama Yang Efektif Dengan Generasi Millennials
  10. Manajemen Situasi Konflik (Generasi Millennials) dalam Team Atau dengan Unit Lain
  11. Latihan & Roleplay Teknik Mengemas Pesan: Penyampaian Informasi, Monitoring Tugas & Memastikan Terselesaikan Dengan Minim Konflik Pada Generasi Millennials

 

Pelatihan ini sangat cocok di ikuti oleh HRD, Pemimpin Perusahaan, VP(Vice President), AVP, Direktur, Manager, Assisten Manager, Supervisor, pengajar dan pengelola SDM di perusahaan

 

Ketentuan Umum Perpajakan

KETENTUAN UMUM PERPAJAKAN

Ketentuan Umum Perpajakan ~ Memahami perubahan dan perkembangan peraturan perpajakan membutuhkan pengetahuan yang mendalam tentang peraturan dasar. Undang-undang dan peraturan perpajakan terus berubah mengikuti perkembangan dan kebijakan pemerintah. Namun, perlu dicatat bahwa undang-undang perpajakan yang baru biasanya terkait erat dengan undang-undang perpajakan sebelumnya, yang berarti bahwa perubahan hanya berlaku untuk bagian-bagian tertentu. Oleh karena itu administrator pajak harus menguasai sendiri dasar-dasar peraturan perpajakan, agar peraturan baru lebih mudah dipahami.

Tujuan Pelatihan Ketentuan Umum Perpajakan

  • Membekali peserta dengan peraturan umum dan tata cara perpajakan sesuai UU KUP terbaru (UU No. 28 Tahun 2007), yang merupakan pedoman dasar untuk membayar, mencatat dan melaporkan pajak.
  • Dengan mengikuti pelatihan Kup Pajak Ketentuan Umum, peserta akan dapat berbagi informasi tentang Kup Pajak Umum dengan perusahaan lain yang terlibat dalam kegiatan Kup Pajak Umum.

Outline pembahasan pelatihan Ketentuan Umum Perpajakan

  • Hal-hal Pokok yang diatur dalam Ketentuan Umum dan Tara Cara Perpajakan
  • Tata cara Pembayaran, Penyetoran dan Pelaporan Mengangsur Pajak
  • Pembayaran Pajak Tidak Menggantungkan pada Surat Ketetapan Pajak
  • Surat Ketetapan Pajak
  • Surat Tagihan Pajak
  • Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan
  • Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar
  • Surat ketetapan Pajak Nihil
  • Tata Cara Penghapusan Piutang Pajak
  • Keberatan dan Jangka Waktu Keputusan Keberatan
  • Misi & Isi UU No.14/2002 tentang Pengadilan Pajak & PPSP
  • Diskusi & Tanya Jawab
  • Hal-hal Pokok yang Mengalami Perubahan dalam UU KUP Terbaru (UU No 28 Tahun 2007)
  • NPWP dan Pengukuhan PKP
  • Surat Pemberitahuan Pajak
  • Sanksi Perpajakan
  • Pembayaran Pajak
  • Penetapan dan Ketetapan Pajak
  • Penagihan Pajak dan Daluwarsa Penagihan Pajak
  • Gugatan, Keberatan dan Banding
  • Pembukuan atau Pencatatan
  • Pemeriksaan Pajak
  • Akses Data Perpajakan
  • Pengurangan dan Pembatalan Sanksi Perpajakan
  • Kode Etik dan Sanksi bagi Petugas Pajak
  • Pengawas Perpajakan
  • Ketentuan Pidana
Hay System

JOB EVALUATION & JOB GRADING USING HAY SYSTEM

Job Evaluation and Job Grading Using Hay System – Suatu organisasi dituntut secara terus menerus menyesuaikan strateginya, dalam rangka menghadapi tantangan untuk selalu dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dan pemangku kepentingan utamanya yang terus berubah.

Penyelarasan strategi perusahaan mengharuskan proses penyelarasan terhadap seluruh sub sistem yang ada di organisasi termasuk struktur organisasinya sampai ke level jabatan (job). Untuk memastikan strategi tersebut dapat dieksekusi dengan baik maka setiap jabatan membutuhkan kejelasan misi termasuk kejelasan tanggung jawab, kejelasan dan keseimbangan kewenangan untuk dapat menjalankan tanggung jawab.
Salah satu pekerjaan Job Management adalah mengevaluasi setiap jabatan dengan menggunakan perangkat penilaian yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu model penilaian jabatan yang telah dikenal dengan Hay System, yang diperkenalkan oleh Edward Hay dan kini banyak dipakai serta dikembangkan oleh para ahli di seluruh dunia. Sistem evaluasi pekerjaan Hay merupakan kegiatan evaluasi atau kegiatan penilaian, bukan merupakan kegiatan ilmiah.

Sistem evaluasi ini dirancang untuk mengevaluasi pekerjaan, namun dalam prakteknya juga digunakan untuk mengukur hasil pelaksanaan.
Job Evaluation sangat diperlukan dalam menentukan sebuah bobot pemegang jabatan sebagai informasi untuk menetapkan job grading atau pangkat pemegang jabatan. Dari beberapa metode Job Evaluation yang ada, dalam pelatihan ini yang dipakai adalah metode logic analytical quantitative dengan memakai Compensable Point Factor.
Dalam pelatihan ini, peserta akan diberikan pemahaman dengan metode langkah demi langkah pendekatan dari Desain Pekerjaan, Job Analysis, Job Evaluasi dan desain Grading Job.

Tujuan Pelatihan Hay System

  1. Peserta memiliki pengalaman praktis dalam mengidentifikasi kunci nilai tambah kegiatan dalam sebuah organisasi, terutama dalam praktek manajemen pekerjaan seperti mendefinisikan pekerjaan / peran konten dan area hasil kunci pekerjaan.
  2. Peserta mampu memahami keterampilan dan pengetahuan tentang menggunakan beberapa Metode Evaluasi Job dengan memberikan studi kasus untuk berlatih evaluasi berbagai pekerjaan pada tingkat dan fungsi yang berbeda
  3. Peserta mampu menganalisa informasi untuk mengidentifikasi elemen kunci dan menulis bermakna dan komprehensif Job Description, yang menekankan pada hasil akhir yang dibutuhkan oleh pekerjaan.
  4. Peserta mengetahui bagaimana menerapkan alat Pengukuran Kerja yang secara obyektif mengevaluasi dan mengakui pekerjaan dalam situasi bisnis yang berbeda.

Materi Pelatihan Hay System

  1. Pengantar Job Evaluation: Tinjauan Evaluasi kerja dalam manajemen sumber daya manusia
  2. Job Evaluation: membandingkan pekerjaan terhadap pekerjaan atau terhadap skala yang telah ditentukan
  3. Tujuan dan prosedur evaluasi pekerjaan
  4. Faktor-faktor dalam Evaluasi Jabatan
  5. Prosedur evaluasi dan job matrix level
  6. Job Structure
  7. Checklist untuk evaluasi pekerjaan
  8. Sistem evaluasi jabatan dengan sistem HAY
  9. Tiga Model Tabel Hay Guide Chart
  10. Detail komponen matriks panduan : I-P-O (K-PS-A)
  11. Job Profile dan model konsistensi factor
  12. Hubungan job evaluasi terhadap sebuah kompetensi jabatan dan kompetensi pejabat (JG/IG)
  13. Matriks jabatan versus total score penilaian
  14. Interpretasi Hasil Penilaian

Pelatihan Hay System ini sangat cocok bagi HR pofessionals or line managers who are required to prepare Job Descriptions in their organization for job evaluation, job grading design, salary structure design, performance management, or as part of effective human resource management.

PENANGGUNGJAWAB OPERASIONAL INSTALASI PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA

PENANGGUNGJAWAB OPERASIONAL INSTALASI PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA (POPU)

PENANGGUNGJAWAB OPERASIONAL INSTALASI PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA (POPU) – Pencemaran udara adalah suatu kondisi di mana kualitas udara menjadi rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat, baik yang tidak berbahaya maupun yang membahayakan kesehatan tubuh manusia. Pencemaran udara biasanya terjadi di kota-kota besar dan juga daerah padat industri yang menghasilkan gas-gas yang mengandung zat yang melebihi baku mutu.

Rusaknya atau semakin sempitnya lahan hijau atau pepohonan di suatu daerah juga dapat memperburuk kualitas udara di tempat tersebut. Semakin banyak kendaraan bermotor dan alat-alat industri yang mengeluarkan gas yang mencemarkan lingkungan akan semakin parah pula pencemaran udara yang terjadi. Untuk itu diperlukan peran serta stakeholder terkait untuk dapat menyelesaikan permasalahan pencemaran udara yang terjadi.

Berdasarkan Pasal 13 ayat (3) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pengendalian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dilaksanakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan sesuai dengan kewenangan, peran, dan tanggung jawab masing-masing. Sebagai upaya peningkatan kinerja dalam pengendalian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup, diperlukan SDM yang memiliki pengetahuan, manajemen, dan kompetensi dalam unit pencemaran udara di perusahaan. Dimana melalui Kementrian Lingkungan Hidup perusahaan diwajibkan mempunyai personil yang bersertifikat kompetensi Penanggungjawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara (POPU).

Pelatihan yang didesain oleh Bexpert Indoprima ini memberikan pemahaman secara komprehensif kepada peserta dalam mendesain sistem pengendalian pencemaran dan implementasinya yang diaplikasikan terhadap organisasi dan lingkungannya.

Setelah mengikuti pelatihan Penanggungjawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara (POPU) ini diharapkan peserta mampu memenuhi kompetensi sebagai berikut :

  • Peserta pelatihan memahami kompetensi yang harus dimiliki seorang Penanggungjawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara (POPU).
  • Peserta pelatihan mampu melakukan penilaian potensi pencemaran udara yang ditimbulkan perusahaannya dan dampaknya yang mungkin terjadi.
  • Peserta pelatihan mampu melakukan perencanaan dan koordinasi pelaksanaan kegiatan pemantauan emisi sumber tidak bergerak dan udara ambien serta pembuatan laporannya.

Materi yang akan dibahas pada pelatihan Penanggungjawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara (POPU) sebagai berikut:

  1. Pengetahuan dasar pengelolaan kualitas udara, mekanisme terjadinya pencemaran udara, dan dampak pencemaran udara
  2. Peralatan pengendali pencemaran udara
  3. Penilaian potensi/ parameter pencemaran udara
  4. Perencanaan pemantauan udara ambien dan emisi cerobong
  5. Pelaksanaan pemantauan, pelaporan dan evaluasi
  6. Pengetahuan tentang jenis bahan bakar dan karakteristiknya, serta pengendalian proses dan teknologi pembakaran
  7. Teknologi pengendalian emisi udara
  8. Inspeksi instalasi pengendalian pencemaran udara
  9. Prosedur kondisi abnormal dan prosedur tanggap darurat
  10. Pelaporan pelaksanaan pengendalian pencemaran udara

Syarat Peserta untuk Pelatihan dan Sertifikasi Penanggungjawab Operasional Instalasi Pengendalain Pencemaran Udara (POPU) adalah: 

  • Fotocopy Ijasah terakhir
  • Fotocopy identitas diri KTP
  • Surat Rekomendasi Perusahaan
  • Pas Foto Berwarna 2×3, 3×4, 4×6 masing-masing 4 lembar
  • Dokumentasi pekerjaan
  • Sertifikat pelatihan terkait
  • Pendidikan terakhir D3 Teknik / Sains dengan pengalaman paling sedikit 3 tahun pada kegiatan Pengendalian Pencemaran Udara
  • Pendidikan terakhir S1, S2, dan/atau S3 teknik / sains dengan pengalaman paling sedikit 2 tahun pada kegiatan Pengendalian Pencemaran Udara

Quality Control Of Civil Works

QUALITY CONTROL OF CIVIL WORKS

Quality Control of Civil Works – pelatihan ini ditujukan bagi para pelaksana, perencana dan pengawas pekerjaan sipil yang bertugas untuk mengendalikan jalannya proyek sehingga tepat waktu, tepat mutu dan tepat biaya dapat dicapai. Penguasaan metode-metode pengendalian menjadi sangat penting untuk keberhasilan suatu proyek.

Pengendalian proyek yang baik tentunya berdasarkan perencanaan proyek sehingga lebih mudah untuk dikendalikan baik mutu, waktu, maupun biayanya. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan mutu hasil pembangunan yang sesuai dengan spesifikasi teknis dalam dokumen kontrak.

Salah satu upaya untuk mencapai sasaran itu adalah dengan memberdayakan sumber daya manusia yang ada melalui pelatihan Quality Control of Civil Work di mana para peserta akan dilatih untuk memiliki kemampuan mengendalikan mutu proyek-proyek yang ditanganinya.

Tujuan Pelatihan Quality Control of Civil Works

•Memahami pentingnya pengendalian proyek yang efektif dan efisien
•Memahami pentingnya pengendalian mutu dalam suatu proyek
•Memahami bagaimana mengendalikan mutu pekerjaan sipil
•Memahami sikap dan tanggung jawab sebagai quality controller

Materi Pelatihan Quality Control of Civil Works

1.Diskripsi Dan Ruang Lingkup Pekerjaan Qualitu Control Dalam Pekerjaan Konstruksi
2.Manajemen Pengendalian Mutu Dalam Pekerjaan Konstruksi
3.Pengenalan Dasar-Dasar Mechanics Pada Suatu Proyek Konstruksi
4.Element-Elemen Dalam Pekerjaan Konstruksi
5.Konsep Cost/Schedule Control System Criteria
6.Tinjauan Faktor K3 Dalam Pekerjaan Konstruksi
7.Quality Control Pekerjaan Tanah Dan Pondasi
8.Quality Control Pekerjaan Stuktur Bangunan Dan Beton
9.Quality Control Pekerjaan Baja
10.Quality Control Pekerjaan Jalan\
11.Quality Control Pekerjaan Bangunan Air

Peserta Pelatihan Quality Control of Civil Works

Plant Engineers
Operation, Maintenance, Inspection and Repair Managers, Supervisors and Engineers
Mechanical Engineers
Design Engineers
Consulting Engineers
Plant Operations and Maintenance Personnel
Consulting Engineers
Process Technicians
Mechanical Technicians

Sertifikasi Pencemaran Udara (POPU)

SERTIFIKASI PENCEMARAN UDARA (POPU)

Penanggungjawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara (POPU) ~ Polusi udara adalah kondisi di mana kualitas udara terganggu dan tercemar oleh zat-zat yang tidak berbahaya atau berbahaya bagi kesehatan manusia. Pencemaran udara biasanya terjadi di kota-kota besar dan kawasan industri padat penduduk yang menghasilkan gas-gas yang mengandung zat-zat yang melebihi baku mutu. Perusakan atau pengurangan ruang terbuka hijau dan pepohonan di suatu kawasan juga dapat menurunkan kualitas udara di kawasan tersebut. Semakin banyak gas polusi yang dikeluarkan dari mobil dan pabrik industri, polusi udara menjadi lebih serius. Untuk itu, pelibatan pemangku kepentingan terkait sangat diperlukan untuk dapat menyelesaikan permasalahan pencemaran udara yang muncul.

Berdasarkan Pasal 13 ayat (3) Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Nomor 32 Tahun 2009, pengendalian pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup dilakukan oleh pemerintah, sektor daerah, dan dunia usaha dan/atau beroperasi sesuai dengan kewenangannya. wewenang, peran dan tanggung jawab masing-masing. Untuk meningkatkan efisiensi operasional dalam pengendalian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan, diperlukan sumber daya manusia yang berpengetahuan, kualifikasi manajemen dan keterampilan di departemen pencemaran udara perusahaan. Melalui Kementerian Lingkungan Hidup, perusahaan wajib memiliki personel bersertifikat untuk bertanggung jawab atas pengoperasian fasilitas pengendalian pencemaran udara (POPU).

Pelatihan yang dirancang oleh Bexpert Indoprima ini memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta tentang desain sistem pengendalian polusi dan implementasinya yang dapat diterapkan pada organisasi dan lingkungannya.

Setelah mengikuti pelatihan Penanggungjawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara (POPU) ini diharapkan peserta mampu memenuhi kompetensi sebagai berikut :

  • Peserta pelatihan memahami kompetensi yang harus dimiliki seorang Penanggungjawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara (POPU).
  • Peserta pelatihan mampu melakukan penilaian potensi pencemaran udara yang ditimbulkan perusahaannya dan dampaknya yang mungkin terjadi.
  • Peserta pelatihan mampu melakukan perencanaan dan koordinasi pelaksanaan kegiatan pemantauan emisi sumber tidak bergerak dan udara ambien serta pembuatan laporannya

Pelatihan dan Uji Kompetensi ini akan dilaksanakan selama 3 hari, dengan cakupan materi sesuai dengan standar SKKNI, sbb;

  1. Mengoperasikan Alat Pengendali Pencemaran Udara dan Emisi
  2. Melakukan Perawatan Peralatan Pengendali Pencemaran Udara
  3. Menilai Tingkat Pencemaran Udara dan Emisi
  4. Mengidentifikasi Bahaya dalam Pengendalian Pencemaran Udara dan Emisi
  5. Melakukan Tindakan K3 Terhadap Bahaya dalam Pengendalian Pencemaran Udara dan Emisi

Untuk kelancaran dalam mengikuti proses uji kompetensi maka diharapakan para peserta pelatihan Penanggungjawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara (POPU) untuk membawa persyaratan sebagai berikut;

  • Fotocopy Ijasah terakhir
  • Fotocopy identitas diri KTP
  • Surat Rekomendasi Perusahaan
  • Pas Foto Berwarna 2×3, 3×4, 4×6 masing-masing 4 lembar
  • Dokumentasi pekerjaan
  • Sertifikat pelatihan terkait
  • Pendidikan terakhir D3 Teknik / Sains dengan pengalaman paling sedikit 3 tahun pada kegiatan Pengendalian Pencemaran Udara
  • Pendidikan terakhir S1, S2, dan/atau S3 teknik / sains dengan pengalaman paling sedikit 2 tahun pada kegiatan Pengendalian Pencemaran Udara
Pengambil Contoh Uji Air

PENGAMBIL CONTOH UJI AIR (Sertifikasi BNSP)

Pengambil Contoh Uji Air ~ Pengambilan sampel dan pengujian parameter kualitas air bukanlah tugas yang sepele, karena kontaminan air bersifat dinamis dan bergerak di bawah pengaruh kondisi dan kondisi setempat. Sifat fisik matriks air, jumlah kontaminan yang ada, tingkat pelepasan kontaminan ke lingkungan, sumber limbah, sifat kimia/fisik/biologis kontaminan, dan intervensi manusia memiliki dampak yang signifikan. seberapa cepat polutan air bergerak. Secara umum mekanisme perpindahan pencemar air adalah melalui angin, hujan, air permukaan, air tanah, air laut, dan campur tangan manusia berupa saluran pembuangan dan saluran air.

Selain faktor yang bergerak melalui ruang dan waktu, tingkat pencemaran air merupakan masalah analitis yang sering muncul ketika menganalisis di laboratorium. Tingkat pencemaran air yang rendah membuatnya rentan terhadap degradasi, kerusakan dan kontaminasi dari berbagai sumber, baik selama pengambilan sampel, penanganan in-situ, transportasi, penyimpanan, persiapan dan analisis di laboratorium. Sedangkan untuk mendapatkan sampel air yang homogen dalam keadaan sebenarnya merupakan masalah yang sering terjadi karena sampel analisis air harus representatif, yaitu sampel yang diambil harus mewakili koleksi. Dengan sampel air yang representatif, data uji dapat menggambarkan kualitas lingkungan yang mendekati kondisi sebenarnya di suatu wilayah dan pada waktu tertentu.

Untuk mengatasi masalah yang kompleks ini, tidak hanya diperlukan peralatan uji sampel yang memenuhi syarat dan personel yang kompeten, tetapi juga prosedur pengambilan sampel uji serta sensitivitas dan selektivitas metode metode pengujian analitis, termasuk pengendalian mutu dan jaminan mutu baik dalam dan keluar lapangan.

TUJUAN PELATIHAN PENGAMBIL CONTOH UJI AIR (SERTIFIKASI BNSP)

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan :

  1. Memahami penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L)
  2. Memahami karakteristik dan kualitas air
  3. Memahami parameter kualitas air dan lingkungan
  4. Memahami persyaratan dan metode pengambilan contoh air
  5. Mampu melakukan perencanaan dan pelaksanaan pengambilan contoh air
  6. Mampu menyusun pelaporan dalam uji lingkungan

MATERI PELATIHAN & UJI KOMPETENSI PENGAMBIL CONTOH UJI AIR (SERTIFIKASI BNSP)

  • Menerapkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L)
  • Menyusun Rencana Pengambilan Contoh Uji Air
  • Mempersiapkan Pengambilan Contoh Uji Air
  • Melakukan Uji Kinerja Peralatan Pengukuran Parameter Lingkungan
  • Melakukan Pengambilan Contoh Uji Air
  • Menyusun Pelaporan Contoh Uji Lingkungan
Pengambilan Data Penilaian Daur Hidup (LCA)

PENGAMBILAN DATA PENILAIAN DAUR HIDUP (LCA)

Pengambilan Data Penilaian Daur Hidup (LCA)~ Berdasarkan SNI ISO 14040:2016 dan SNI ISO 14044:2017 adalah kompilasi dan evaluasi input, output, dan potensi dampak lingkungan dari suatu sistem produk selama siklus hidupnya. life cycle assessment adalah pendekatan hulu ke hilir, atau cradle-to-grave, untuk menilai sistem produk secara kuantitatif.

Dengan melakukan penilaian siklus hidup, pengambil keputusan menerima data dan dasar faktual untuk keputusan mereka. LCA dapat digunakan mulai dari desain produk, pengembangan proses produksi yang lebih baik, inovasi produk dan proses, perbaikan sistem manajemen lingkungan, dan pemilihan produk atau proses.

Dari pemilihan pemasok, komunikasi informasi lingkungan pada produk yang diproduksi oleh perusahaan, penentuan strategi perusahaan hingga penentuan kebijakan pemerintah. LCA adalah alat ukur kuantitatif untuk pembangunan berkelanjutan.

Ada tujuh prinsip dasar LCA. perspektif siklus hidup, fokus lingkungan, unit relatif dan fungsional, pendekatan berulang, transparansi, kelengkapan, dan prioritas pendekatan ilmiah. LCA dapat diterapkan pada berbagai kebutuhan advokat. Dalam hal ini, pedoman penyusunan laporan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan penyusunan laporan yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi atau pemrakarsa studi LCA.

Kerangka penilaian siklus hidup terdiri dari empat fase: penentuan tujuan dan ruang lingkup, penilaian siklus hidup, dan penilaian dan interpretasi siklus hidup. Menentukan tujuan dan ruang lingkup survei penting untuk penilaian dampak lingkungan yang konsisten dari produk dan jasa.

Pengantar tentang SKKNI skema Pengambilan Data Penilaian Daur Hidup (LCA)

  • Mengidentifikasi Pengetahuan Dasar Terhadap Penilaian Daur Hidup (LCA)
  • Menentukan Batasan, Tujuan Penilaian, dan Ruang Lingkup Penilaian Daur Hidup (LCA)
  • Melaksanakan Inventori Penilaian Daur Hidup
  • Melaksanakan Penilaian Daur Hidup Menggunakan Piranti Lunak

PERSYARATAN DASAR PEMOHON SERTIFIKASI Pengambilan Data Penilaian Daur Hidup (LCA)

  • S2 rumpun ilmu sains atau teknik dengan pengalaman kerja 2 tahun pada sektor yang sama, atauS2 selain rumpun ilmu sains atau teknik dengan pengalaman kerja 3 tahun pada sektor yang sama,atauS1 rumpun ilmu sains atau teknik dengan pengalaman kerja 5 tahun pada sektor yang sama,atauS1 selain ilmu sains atau teknik dengan pengalaman kerja 7 tahun pada sektor yang sama,atau D3 rumpun ilmu sains atau teknik dengan pengalaman 5 tahun pada sektor yang sama,atau SMK dan sederajatnya dengan pengalaman 10 tahun pada sektor yang sama, dan Memiliki sertifikat pelatihan sesuai dengan peraturan Dirjend P.14 tahun 2018 tentang materi pelatihan Penilaian Daur Hidup untuk Proper.

PEMOHON MENGISI FORMULIR PERMOHONAN SERTIFIKASI YANG DILENGKAPI DENGAN BUKTI:

  1. Copy Identitas (KTP)
  2. Pas Foto 3×4 background merah sebanyak 2 lembar
  3. Bukti yang mendukung (Fortofolio):
  4. Copy ijazah terakhir
  5. Copy sertifikat pelatihan
  6. Daftar riwayat hidup
  7. Jobsdesk
  8. Surat keterangan kerja
  9. Laporan kerja
AHLI K3 PESAWAT UAP DAN BEJANA TEKANAN

AHLI K3 PESAWAT UAP & BEJANA TEKANAN

Ahli K3 Pesawat Uap & Bejana Tekanan – Penggunaan steam dan bejana tekanan baru-baru ini meningkat secara signifikan di berbagai proses industri serta di lembaga-lembaga publik dan rumah-rumah. Pesawat uap dan bejana tekanan adalah perangkat teknis dengan risiko kecelakaan dan ledakan yang tinggi. Karena tingginya risiko kecelakaan kerja di sektor steam and pressure vessel (PUBT), perusahaan menjadi peka terhadap potensi bahaya kecelakaan kerja PUBT.

Oleh karena itu sangat penting bahwa prosedur pengoperasian PUBT dilakukan sesuai dengan standar saat ini untuk menghindari kecelakaan dan ledakan. Di masa lalu, semua peralatan steam dan bejana tekanan serta peralatan/perlengkapan keselamatan harus diperiksa, diuji dan dipelihara dengan baik dan teratur (berkala) selama masa pakainya. Pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan bejana tekanan harus dilakukan oleh pekerja dengan kompetensi khusus yang disertifikasi dan disahkan oleh Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja PUBT yang mungkin terjadi, karena dapat meminimalisir faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja PUBT khususnya human error dalam pengoperasian PUBT.

Dalam hubungan ini, perusahaan yang melakukan pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan bejana tekanan harus mempunyai personel yang kompeten dan berwenang untuk melakukan pemeriksaan dan pengujian. Oleh karena itu, sebagai salah satu lembaga training untuk SDM telah berpartner dengan beberapa Lembaga Sertifikasi Profesi (BNSP Licensed), Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), Dirjen Perhubungan Darat, serta Pembina Jasa K3 yang ditunjuk oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Sumber Daya Alam Republik Indonesia, sebagai salah satu persyaratan perusahaan untuk melakukan inspeksi dan pengujian, “AHLI K3 PESAWAT UAP & BEJANA TEKANAN ‘Bimbingan dan Sertifikasi Profesional’. Memperoleh surat pengangkatan dan wewenang dari Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia.

Outline Materi Pelatihan Ahli K3 Pesawat Uap & Bejana Tekanan

  • Kelompok DasarKebijakan K3
    Dasar-dasar K3
    Undang-undang N0.1 tahun 1970
    Sistem Manajemen K3
    Investigasi Kecelakaan Kerja
  • Kelompok KeahlianUndang-undang dan Peraturan Uap tahun1930
    Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No.37 Tahun 2016
    Permenaker No.02 Tahun 1982, Permenaker No.01 Tahun 1988
    Jenis – Jenis Pesawat uap dan Perlengkapannya
    Jenis – Jenis Bejana tekanan, tangki timbun, Perlengkapannya dan isinya
    Perhitungan kekuatan konstruksi pesawat uap, bejana tekanan dan tangki timbun (standar)
    Pipa penyalur
    Pengetahuan bahan
    Teknik Pengelasan
    Air pengisi ketel uap
    Pengujian tidak merusak (NDT) dan merusak (Destructive Test)
    Pemeriksaan dan pengujian pesawat uap dan pipa penyalur
    Pemeriksaan dan pengujian bejana tekanan dan tangki timbun
    Praktek Kerja Lapangan (PKL)
  • Kelompok PenunjangK3 Nuklir
    Thermodinamika
    Pengetahuan Korosi dan Pencegahannya
    Kelistrikan dan alat kontrol otomatis
    Pondasi dan kerangka dudukan
    Proses pembuatan, pemasangan, dan perbaikan/modifikasi
    Membaca gambar teknik
    Job Safety Analysis (JSA)
    Prosedur Kerja Aman Pada Ketinggian
    Prosedur Kerja Di Ruang Terbatas
  • EvaluasiUjian Teori
    Penulisan Kertas Kerja
    Seminar

Pelatihan Ahli K3 Pesawat Uap & Bejana Tekanan ini sangat tepat untuk diikuti oleh:

pegawai pada berbagai departemen yang telah bekerja sekurang-kurangnya dua tahun atau lebih

Persyaratan Peserta :

1.Membawa Foto Copy Kartu Identitas
2.Membawa Surat Rekomendasi dari Perusahaan
3.Membawa Pas Foto 4×6, 3×4, 2×3 masing-masing 3 lembar (background merah)
4.Membawa fotocopy ijazah terakhir min D3 TEKNIK

Jika para peserta dinyatakan lulus dalam serangkaian tes, maka akan mendapatkan sertifikat dari kementrian tenaga kerja RI.

Coal and Ash Handling

COAL AND ASH HANDLING

Coal and Ash Handling ~Penggunaan batubara sebagai bahan bakar untuk menghasilkan listrik telah meningkat secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, diperlukan penanganan hukum, khususnya pengolahan limbah batubara. Debris Handling adalah kerangka kerja penanganan batubara dan pembangkit listrik dengan fitur penting untuk pembangkit listrik tenaga batubara, seperti sistem penanganan abu ini, untuk menjaga limbah batubara dan mengurangi kerusakan alam. Ada dua jenis limbah batubara yaitu bottom ash dan fly ash. Base ash merupakan limbah arang kuat dan fly ash merupakan limbah arang berukuran kecil dengan partikel tersuspensi.

Dokumentasi Pabrik Penanganan Abu. Pembangkit listrik tenaga batubara, peralatan tambahan untuk menerima puing-puing yang ditinggalkan oleh pengapian dan transportasi ke tempat pembuangan akhir (Ash Valley). Setelah persiapan ini, anggota diharapkan mendapatkan informasi tentang penggunaan dan pengolahan batubara untuk pembangkit listrik. Dalam hal ini, ia mempelajari proses penanganan abu dan perangkat keras pendukung (penangan abu) yang harus dipertimbangkan dan diterapkan di lokasi pada semua tahap siklus kerja.

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta mampu menerapkan Prosedur Operasi Coal dan Ash Handling unit serta untuk kerja pengoperasian Conveyor & RHP System sesuai dengan standar perusahaan.

 

Outline Materi yang akan di bahas pada pelatihan Coal dan Ash Handling ini adalah 

  1. Pengertian Ash Handling
  2. Diagram Alur Sistem Penanganan Limbah
  3. Dua Jenis Limbah Batubara: Bottom Ash dan Fly Ash
  4. Dua Sistem Penanganan Limbah Batubara
  5. Bottom Ash Handling
  6. Fly Ash Handling
  7. Primary Air Separator dan Prinsip Kerjanya
  8. Slag Bin
  9. Definisi dan Fungsi Slag Bin
  10. Cara Kerja Slag Bin
  11. Ash Valley
  12. Definisi dan Fungsi Ash Valley
  13. Cara Kerja Ash Valley
  14. Safety & Maintenance System
  15. Definisi dan Pengoperasian Dry Ash Conveyor (DAC) System

Pelatihan Coal and Ash Handling ini sesuai untuk diikuti oleh mereka yang bekerja di bagian Mechanical, Rotating, Construction, Operators, Technicians, Maintenance Personnel yang terlibat dalam installation, testing, operation and maintenance of coal fire powerplant combustion, O&M Coal Fired Power Plant, Coal Producers, Praktisi Batubara, serta pihak lain yang memerlukan pelatihan ini.