Archive: Desember 27, 2022

Sertifikasi Kompetensi Metodologi Pelatihan

SETIFIKASI KOMPETENSI METODOLOGI PELATIHAN

Sertifikasi metodologi pelatihan merupakan sebuah proses yang bertujuan untuk mengevaluasi dan mengukur kemampuan seseorang dalam menyusun dan mengelola sebuah sesi pelatihan yang efektif. Sertifikasi ini diberikan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bagi mereka yang dinyatakan kompeten.

Instruktur yang ingin memperoleh sertifikasi metodologi pelatihan harus mengikuti program pelatihan yang telah disusun oleh lembaga terkait. Program pelatihan ini biasanya terdiri dari beberapa tahap, seperti pelatihan teori, micro teaching, dan studi kasus. Program pelatihan di susun berdasarkan SKKNI nomor 333 tahun 2020, selama pelatihan berlangsung, peserta/calon asesi akan belajar tentang teori dan praktik dasar metodologi pelatihan, seperti menyusun materi pelatihan, mengelola waktu dan ruang, serta mengelola interaksi dengan peserta pelatihan.

Setelah menyelesaikan program pelatihan, peserta/calon asesi harus mengikuti ujian sertifikasi/asessment yang diselenggarakan oleh lembaga sertifikasi profesi (LSP) yang telah mendapatkan lisensi dari BNSP. Asessment ini biasanya terdiri dari beberapa bagian, seperti tes tertulis, wawancara dan tes praktik (micro teaching). Tes tertulis biasanya mencakup pertanyaan-pertanyaan tentang teori dan konsep dasar metodologi pelatihan, tes wawancara biasanya mencakup penelusuran portofolio asesi, sedangkan tes praktik/micro teaching biasanya mencakup simulasi sesi pelatihan yang harus dilakukan oleh peserta/asesi.

Setelah lulus ujian sertifikasi dan dinyatakan Kompeten, peserta/asesi akan menerima sertifikat yang menyatakan bahwa mereka telah lulus tes dan memenuhi syarat untuk menjadi seorang pelatih metodologi pelatihan yang terakreditasi. Sertifikat ini diakui secara nasional dan internasional, sehingga dapat digunakan untuk memperoleh pekerjaan di berbagai perusahaan atau organisasi yang membutuhkan pelatih/instruktur metodologi pelatihan.

Sertifikasi metodologi pelatihan sangat bermanfaat bagi para pelatih yang ingin terus meningkatkan kemampuan dan kompetensi mereka dalam menyusun dan mengelola sesi pelatihan yang efektif.

Selain itu, sertifikasi metodologi pelatihan juga dapat membantu para pelatih dalam memahami dan mengaplikasikan prinsip-prinsip dasar pelatihan yang efektif, seperti mengidentifikasi tujuan pelatihan, menyusun materi pelatihan yang sesuai dengan tujuan tersebut, dan menggunakan metode dan teknik yang sesuai untuk mencapai tujuan pelatihan.

Pelatih/instruktur yang telah memperoleh sertifikasi metodologi pelatihan juga diharapkan dapat memahami kebutuhan dan harapan peserta pelatihan, serta mampu mengelola interaksi dengan peserta dengan baik. Selain itu, pelatih/instruktur yang telah terakreditasi juga diharapkan mampu mengelola waktu dan ruang dengan efektif, serta mampu menggunakan beragam metode dan teknik yang sesuai untuk mencapai tujuan pelatihan.

Secara keseluruhan, sertifikasi metodologi pelatihan merupakan sebuah proses yang bertujuan untuk mengevaluasi dan mengukur kemampuan seseorang dalam menyusun dan mengelola sesi pelatihan yang efektif. Dengan memperoleh sertifikasi ini, para instruktur akan terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan mereka dalam menyusun dan mengelola sesi pelatihan yang efektif, serta dapat memperoleh nilai tambah dalam mencari pekerjaan di perusahaan atau organisasi yang membutuhkan pelatih metodologi pelatihan yang terakreditasi.

Sertifikasi metodologi pelatihan juga dapat membantu para pelatih dalam memahami dan mengaplikasikan prinsip-prinsip dasar pelatihan yang efektif, seperti mengidentifikasi tujuan pelatihan, menyusun materi pelatihan yang sesuai dengan tujuan tersebut, dan menggunakan metode dan teknik yang sesuai untuk mencapai tujuan pelatihan.

Baru-baru ini pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi mengeluarkan kepmen PANRB No.970 tahun 2022 tentang persyaratan wajib tambahan dan sertifikasi kompetensi sebagai penambahan nilai seleksi kompetensi teknis dalam pegawai pemerintah dengan Perjanjian kerja (PPPK) untuk jabatan fungsional teknis.

Salah satunya adalah jabatan Widyaiswara, berdasarkan ketetapan diatas para pelamar pegawai pemerintah dengan Perjanjian kerja (PPPK) harus mencantumkan sertifikat kompetensi KKNI Metodologi Pelatihan level 3.

Sistem Informasi Pekerja

SISTEM INFORMASI PEKERJA

Sistem informasi pekerja (HRIS) adalah perangkat lunak atau sistem yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, dan mengakses informasi tentang karyawan organisasi. Informasi ini dapat mencakup perincian tentang keterampilan karyawan, kualifikasi, riwayat kerja, kinerja, dll. Sistem informasi karyawan dapat digunakan oleh departemen sumber daya manusia untuk melacak dan mengelola informasi karyawan, oleh manajer untuk mengevaluasi dan menugaskan karyawan, dan oleh karyawan untuk mengakses sendiri informasi karyawan dan memperbarui direktori mereka. Tujuan dari sistem informasi pekerja adalah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi/perusahaan dengan menyediakan sumber informasi yang terpusat dan mudah diakses tentang karyawannya.

Tujuan pelatihan sistem informasi pekerja (HRIS):

  • Untuk membiasakan karyawan dengan fitur dan fungsi sistem informasi pekerja, sehingga mereka dapat menggunakannya secara efektif untuk mengelola dan mengakses informasi mereka sendiri.
    Untuk mengajari karyawan cara memperbarui catatan mereka dan mengirimkan informasi ke sistem, seperti pembaruan keterampilan, kualifikasi, dan riwayat pekerjaan mereka.
  • Untuk memberikan panduan tentang cara menggunakan sistem untuk melacak dan mengelola informasi karyawan, seperti evaluasi kinerja dan catatan kehadiran.
  • Untuk memungkinkan departemen SDM menggunakan sistem untuk mengelola data karyawan secara efektif dan menghasilkan laporan untuk tujuan pengambilan keputusan dan perencanaan.
  • Untuk membantu manajer menggunakan sistem untuk menetapkan tugas, menjadwalkan pekerjaan, dan memantau kinerja karyawan.

Secara keseluruhan, tujuan pelatihan sistem informasi pekerja adalah untuk memastikan bahwa karyawan dan manajer dapat menggunakan sistem secara efektif dan efisien untuk mendukung operasi dan tujuan organisasi/perusahaan.

Pelatihan sistem informasi pekerja dapat memberikan sejumlah manfaat bagi organisasi/perusahaan dan karyawannya. Beberapa manfaat potensial dari jenis pelatihan ini meliputi:

  1. Peningkatan efisiensi: Dengan membekali karyawan dengan pengetahuan dan keterampilan yang mereka butuhkan untuk menggunakan sistem informasi pekerja secara efektif, pelatihan dapat membantu mengurangi jumlah waktu dan upaya yang diperlukan untuk mengelola dan mengakses informasi karyawan. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi organisasi secara keseluruhan.
    Akurasi yang ditingkatkan:
  2. Pelatihan dapat membantu memastikan bahwa karyawan mengetahui cara memasukkan dan memperbarui informasi mereka secara akurat dalam sistem informasi pekerja. Hal ini dapat mengurangi resiko kesalahan dan meningkatkan kehandalan dan keakuratan data dalam sistem.
    Pengambilan keputusan yang lebih baik:
  3. Pelatihan dapat membantu manajer dan profesional SDM mempelajari cara menggunakan sistem informasi pekerja untuk menghasilkan laporan dan analisis yang dapat mendukung pengambilan keputusan dan perencanaan. Ini dapat memberikan wawasan yang berharga dan membantu organisasi membuat keputusan yang lebih tepat.
  4. Keterlibatan karyawan yang ditingkatkan: Dengan menyediakan alat dan pengetahuan yang dibutuhkan karyawan untuk mengelola informasi mereka sendiri dan melacak kinerja mereka, pelatihan sistem informasi pekerja dapat membantu meningkatkan keterlibatan dan pemberdayaan karyawan. Hal ini dapat menyebabkan moral yang lebih baik dan tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi.
  5. Kepatuhan yang ditingkatkan: Pelatihan dapat membantu memastikan bahwa karyawan dan manajer mengetahui persyaratan atau peraturan hukum apa pun yang terkait dengan pengelolaan informasi karyawan. Ini dapat membantu organisasi menghindari kesalahan yang merugikan dan menjaga kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan yang relevan.

Materi wajib berdasarkan SKKNI Nomor 149 tahun 2020:
1. Menyusun Uraian Jabatan
2. Melakukan Administrasi Jaminan Sosial
3. Menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP)
4. Memfasilitasi Penggunaan Sistem Informasi Pekerja

Staf Rekrutmen dan Seleksi SDM

STAF REKRUTMEN DAN SELEKSI SDM

Staf Rekrutmen dan Seleksi SDM ~ Skema sertifikasi Staf Rekrutmen Dan Seleksi (Recruitment And Selection Officer) ditetapkan untuk para praktisi manajemen SDM, yaitu Staf SDM yang khusus menangani administrasi proses rekrutmen (pengadaan SDM) dan proses seleksi, Proses rekrutmen dan seleksi SDM meliputi beberapa tahap, mulai dari menentukan kebutuhan SDM, menyebarkan informasi lowongan pekerjaan, menerima dan menilai lamaran, hingga menyelenggarakan tes dan wawancara dengan kandidat yang terpilih.

Tujuan dari proses rekrutmen dan seleksi SDM adalah untuk menemukan individu yang memiliki kemampuan, keahlian, dan kompetensi yang sesuai dengan posisi yang tersedia, serta cocok dengan budaya perusahaan atau organisasi tersebut. Selain itu Tujuan dari pelatihan kompetensi staf rekrutmen dan seleksi SDM adalah untuk meningkatkan kemampuan staf rekrutmen dan seleksi SDM dalam mengelola proses rekrutmen dan seleksi secara efektif dan profesional.

Tujuan ini dapat dicapai melalui beberapa langkah, seperti:

  1. Menyediakan informasi dan pengetahuan tentang proses rekrutmen dan seleksi SDM yang benar dan sesuai dengan standar yang berlaku.
  2. Meningkatkan kemampuan staf rekrutmen dan seleksi SDM dalam menggunakan teknik dan metode yang tepat untuk mencari, menilai, dan memilih kandidat terbaik.
  3. Membantu staf rekrutmen dan seleksi SDM untuk memahami bagaimana cara menilai kandidat dengan benar, dengan menggunakan kriteria yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan atau organisasi.
  4. Membantu staf rekrutmen dan seleksi SDM untuk mengelola proses rekrutmen dan seleksi dengan lebih efisien, sehingga dapat mempercepat proses penempatan kandidat yang terpilih.
  5. Membantu staf rekrutmen dan seleksi SDM untuk memahami bagaimana cara mengelola proses rekrutmen dan seleksi dengan lebih baik, sehingga dapat meningkatkan kepuasan kandidat yang melamar pekerjaan di perusahaan atau organisasi tersebut.
  6. Membantu staf rekrutmen dan seleksi SDM untuk memahami bagaimana cara menjadi lebih profesional dalam mengelola proses rekrutmen dan seleksi, sehingga dapat memperbaiki citra dan reputasi perusahaan atau organisasi di mata masyarakat umum.

Peserta pelatihan ini terdiri dari staf yang bertugas di bagian rekrutmen dan seleksi di perusahaan. Mereka adalah orang-orang yang bertanggung jawab dalam mengelola proses rekrutmen dan seleksi calon pegawai baru, termasuk menentukan kriteria seleksi, menyiapkan berkas dan dokumen yang diperlukan, melakukan interview dan tes seleksi, dan lain-lain.

Selain itu, peserta pelatihan ini bisa berasal dari orang-orang yang bertugas di bagian sumber daya manusia (SDM) atau bahkan dari bagian lain di perusahaan yang memiliki tanggung jawab terkait dengan proses rekrutmen dan seleksi. Pelatihan ini bisa diikuti oleh peserta yang memiliki latar belakang dan tingkat pengalaman yang beragam, tergantung pada kebutuhan perusahaan.

Pelatihan ini bisa diikuti oleh staf yang sudah berpengalaman dalam bidang rekrutmen dan seleksi untuk meningkatkan kemampuan dan menambah pengetahuan mereka, atau juga bisa diikuti oleh staf yang baru mulai terlibat dalam proses rekrutmen dan seleksi untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam bidang tersebut.

Untuk membekali para peserta/asesi dalam proses asessment maka diperlukan pembekalan terhadap unit kompetensi yang akan di ujikan, diantaranya;

  • Konsep Rekrutmen
  • Metode Rekrutmen
  • Proses Efektif Rekrutmen
  • Alat dan Teknik Seleksi
  • Tahapan dalam Seleksi
  • Pemahaman Unit Kompetensi (sesuai SKKNI nomor 149 tahun 2020):
    1. Menyusun Uraian Jabatan
    2. Melakukan Administrasi Jaminan Sosial
    3. Melaksanakan Analisis Beban Kerja
    4. Melakukan Proses Rekrutmen
Metodologi Pelatihan

METODOLOGI PELATIHAN (Sertifikasi BNSP)

Sertifikasi metodologi pelatihan adalah proses verifikasi kemampuan seseorang dalam mengelola dan menyelenggarakan pelatihan dengan metode yang tepat dan efektif. Sertifikasi ini biasanya diberikan oleh lembaga atau asosiasi yang memiliki kompetensi dan keahlian dalam bidang pelatihan.

Untuk mendapatkan sertifikasi metodologi pelatihan, seseorang biasanya harus mengikuti program pelatihan yang telah ditetapkan oleh lembaga atau asosiasi terkait, serta menyelesaikan ujian yang diberikan untuk mengukur kemampuan dan pengetahuan mereka dalam bidang tersebut.

Sertifikasi metodologi pelatihan dapat memberikan banyak manfaat bagi seseorang, di antaranya adalah:

  • Menunjukkan kompetensi dan keahlian dalam mengelola dan menyelenggarakan pelatihan.
  • Menambah nilai jual diri seseorang dalam dunia kerja, terutama bagi mereka yang bekerja di bidang pelatihan.
  • Memberikan kepercayaan diri dan rasa percaya diri yang lebih tinggi bagi seseorang dalam menjalankan tanggung jawabnya.
  • Menambah peluang kerja dan kesempatan promosi bagi seseorang.

Sertifikasi metodologi pelatihan bisa diperoleh melalui program pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga atau asosiasi terkait, atau dengan mengikuti program sertifikasi yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi atau institusi lain yang memiliki keahlian dalam bidang pelatihan.

Sertifikasi metodologi pelatihan dapat memberikan banyak manfaat bagi para pelatih dan juga bagi organisasi/perusahaan yang menggunakan pelatih tersebut. Beberapa manfaat yang mungkin didapat dari sertifikasi metodologi pelatihan adalah:

  • Memberikan pengakuan dan validasi atas kompetensi dan keahlian sebagai pelatih. Sertifikasi ini menunjukkan bahwa pelatih telah memenuhi standar dan kriteria yang ditetapkan oleh lembaga sertifikasi, sehingga dapat dianggap sebagai pelatih yang terpercaya dan kompeten.
  • Menambah keahlian dan keterampilan pelatih. Sertifikasi metodologi pelatihan biasanya mencakup program pelatihan yang memfokuskan pada teknik dan strategi mengajar yang efektif, sehingga pelatih dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan dalam pekerjaannya.
  • Meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan pelatih. Dengan memiliki sertifikasi metodologi pelatihan, pelatih dapat memberikan kredibilitas tambahan kepada peserta pelatihan dan meningkatkan kepercayaan mereka terhadap kemampuan pelatih.
  • Menambah nilai tambah bagi pelatih. Sertifikasi metodologi pelatihan dapat meningkatkan nilai tambah pelatih di pasar kerja, karena pelatih yang memiliki sertifikasi tersebut dianggap memiliki keahlian dan kompetensi yang lebih tinggi dibandingkan pelatih yang tidak memilikinya.
  • Menambah keunggulan kompetitif organisasi. Organisasi yang menggunakan pelatih yang memiliki sertifikasi metodologi pelatihan dapat meningkatkan keunggulan kompetitifnya, karena dapat memberikan pelatihan yang lebih berkualitas kepada karyawan dan meningkatkan kinerja mereka.

Lembaga Diklat Profesi Bexpert Indoprima telah bekerjasama dengan beberapa Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah mendapatkan lisensi langsung dari BNSP untuk membantu organisasi/perusahaan anda memiliki tenaga trainer yang kompeten. Melalui Program Pelatihan dan Sertifikasi Metodologi Pelatihan, Calon Asesi akan di uji kompetensinya. Sehingga pelatihan dalam organisasi/perusahaan dikerjakan oleh trainer/instruktur yang betul-betul kompeten dibidangnya. Program ini dimaksudkan untuk memberikan rekognisi yang proporsional kepada trainer yang kompeten. Dengan demikian, baik trainer maupun pengguna jasa trainer akan diuntungkan.

Pada program sertifikasi metodologi pelatihan ini menggunakan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia atau yang disingkat dengan SKKNI, sedangkan SKKNI ini mengacu pada KKNI atau yang lebih dikenal dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. KKNI sendiri merupakan kerangka kualifikasi yang mampu menyandingkan, menyeimbangkan dan mengintegrasikan bidang pendidikan, pelatihan vokasi dan pengalaman kerja, sebagai pengakuan keterampilan kerja yang relevan, struktur pekerjaan di berbagai bidang. Mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Vokasi Nasional, Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia mencakup sembilan tingkat kualifikasi yang meliputi sertifikat tingkat I sampai dengan sertifikat tingkat IX.

Sertifikasi Kompetensi

SERTIFIKASI KOMPETENSI BNSP

Sertifikasi Kompetensi ~ Dalam beberapa negara, ada kewajiban bagi sebagian orang untuk memiliki sertifikat kompetensi dalam bidang tertentu. Biasanya, kewajiban ini berlaku untuk pekerjaan yang berkaitan dengan keselamatan, kesehatan, atau keamanan, atau untuk pekerjaan yang berkaitan dengan pelayanan publik. Sebagai contoh, di Indonesia, beberapa pekerjaan yang wajib memiliki sertifikat kompetensi antara lain:

  • Pekerjaan yang berkaitan dengan keselamatan: Banyak pekerjaan yang berkaitan dengan keselamatan yang memerlukan sertifikat kompetensi. Sebagai contoh, petugas keamanan, Petugas P3K, operator alat berat, dan petugas kebakaran.
  • Pekerjaan yang berkaitan dengan kesehatan: Beberapa pekerjaan yang berkaitan dengan kesehatan juga memerlukan sertifikat kompetensi, seperti perawat, dokter, dan tenaga kesehatan lainnya.
  • Pekerjaan yang berkaitan dengan pelayanan publik: Beberapa pekerjaan yang berkaitan dengan pelayanan publik, seperti petugas kereta api, petugas penerbangan, dan petugas pelabuhan juga memerlukan sertifikat kompetensi.
  • Selain itu, kewajiban sertifikasi kompetensi juga dapat diberlakukan untuk profesi yang berkaitan dengan teknologi informasi, keuangan, dan lain-lain. Misalnya, seorang ahli teknologi informasi harus memiliki sertifikat kompetensi tertentu untuk dapat bekerja di bidang tersebut, sementara seorang akuntan harus memiliki sertifikat profesi yang terakreditasi untuk dapat memberikan jasa akuntansi kepada masyarakat.

Kewajiban sertifikasi kompetensi sangat penting untuk menjamin bahwa individu yang bekerja di bidang tertentu memiliki kompetensi yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan dengan baik dan aman. Selain itu, sertifikasi kompetensi juga dapat memberikan pengakuan profesional bagi individu yang telah berhasil memenuhi persyaratan yang ditetapkan, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi tersebut.
Kebijakan pemerintah dapat memainkan peran penting dalam menentukan cara sertifikasi kompetensi di suatu negara, seperti Kebijakan persyaratan sertifikasi kompetensi, Pemerintah dapat menetapkan bahwa sertifikasi kompetensi diwajibkan untuk bekerja di suatu bidang atau profesi tertentu.

Seperti halnya baru-baru ini pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Republik Indonesia, mengeluarkan kebijakan tentang persyaratan wajib tambahan dan Sertifikasi Kompetensi sebagai penambahan nilai seleksi kompetensi teknis dalam pengadaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja untuk jabatan fungsional teknis.

Bekerja di Ketinggian

TENAGA KERJA PADA KETINGGIAN TINGKAT I

Tenaga Kerja Pada Ketinggian Tingkat 1~ Bekerja di ketinggian adalah suatu pekerjaan atau aktivitas yang dilakukan di atas tanah atau permukaan bumi pada ketinggian yang cukup tinggi, seperti di atas gedung tinggi, jembatan, atau tiang listrik. Bekerja di ketinggian memerlukan tingkat kewaspadaan yang tinggi karena resiko kecelakaan yang lebih besar dibandingkan dengan bekerja di tanah. Oleh karena itu, biasanya diperlukan pelatihan khusus dan peralatan keselamatan khusus untuk melakukan pekerjaan ini dengan aman.

Di Indonesia, undang-undang yang mengatur tentang bekerja di ketinggian adalah:

  • UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Pasal 157 ayat (1) menyebutkan bahwa “Setiap pekerja yang bekerja di ketinggian harus dilindungi dengan cara-cara yang sesuai dengan prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja”.
  • UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Pasal 1 ayat (1) menyebutkan bahwa “Setiap orang yang bekerja harus dilindungi dari bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja”.
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor PER.01/MEN/1985 tentang Tata Cara Perlindungan Tenaga Kerja yang Bekerja di Ketinggian. Peraturan ini mengatur tentang persyaratan keamanan dan keselamatan kerja bagi pekerja yang bekerja di ketinggian, termasuk penyediaan alat pelindung diri (APD) dan peralatan keselamatan.
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor PER.03/MEN/VII/2013 tentang Pedoman Umum Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Peraturan ini mengatur tentang pedoman umum untuk menjamin keselamatan dan kesehatan kerja bagi seluruh pekerja di Indonesia, termasuk pekerja yang bekerja di ketinggian.

Tujuan dari pelatihan bekerja di ketinggian adalah untuk membekali para pekerja dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan dengan aman di ketinggian. Pelatihan ini biasanya mencakup materi tentang:

  • Prinsip-prinsip keselamatan dan kesehatan kerja di ketinggian, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) dan peralatan keselamatan yang sesuai.
  • Cara-cara mengidentifikasi bahaya yang mungkin terjadi saat bekerja di ketinggian, serta cara mengelolanya dengan tepat.
  • Cara-cara melakukan pekerjaan di ketinggian dengan aman, termasuk teknik-teknik pergerakan yang tepat, penggunaan peralatan yang benar, dan pengelolaan beban kerja.
  • Cara-cara melakukan pemeliharaan dan pemeriksaan terhadap peralatan keselamatan yang digunakan saat bekerja di ketinggian.
  • Cara-cara menangani keadaan darurat yang mungkin terjadi saat bekerja di ketinggian, termasuk cara menyelamatkan diri sendiri dan orang lain yang terlibat.

Dengan mengikuti pelatihan ini, diharapkan para pekerja akan lebih memahami risiko-risiko yang terkait dengan bekerja di ketinggian, serta dapat mengelolanya dengan tepat sehingga dapat terhindar dari kecelakaan kerja.

Berdasarkan Permen Ketenagakerjaan RI No 9 Tahun 2016, Kurikulum Tenaga Kerja Pada Ketinggian adalah sbb:

NO MATERI PEMBINAAN JUMLAH (JP)
I. KELOMPOK DASAR
1 Perundang-undangan K3 dalam pekerjaan pada ketinggian 2
II. KELOMPOK INTI
1 Identifikasi bahaya dalam kegiatan akses tali 1
2 Pengetahuan kondisi ketidaktahanan tergantung (suspension intolerance) dn penanganannya 1
3 Penerapan primsip-primsip faktor jatuh (fall factor) dalam akses tali 1
4 Pemilihan, pemerikasaan, dan pemakaian peralatan akses tali yang sesuai 1
5 Simpul dan angkur dasar 2
6 Teknik manuver pergerakan pada tali 10
7 Teknik pemanjatan pada struktur 3
III. KELOMPOK PENUNJANG
1 Teknik penyelamatan diri sendiri dan korban menuju arah turun dengan alat turun 2
IV. EVALUASI
1 Evaluasi Teori 2
2 Evaluasi Praktek 5
JUMLAH 30
Manajer Pengelola SDM

MANAJER PENGELOLA SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

Manajer Pengelola SDM ~ Seorang manajer sumber daya manusia adalah seorang profesional yang bertanggung jawab untuk mengawasi dan mengelola departemen SDM organisasi. Ini biasanya mencakup tugas-tugas seperti merekrut dan merekrut karyawan baru, mengawasi tunjangan dan kompensasi karyawan, mengelola hubungan dan kinerja karyawan, dan menerapkan kebijakan dan prosedur SDM. Manajer SDM juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa organisasi mematuhi undang-undang dan peraturan ketenagakerjaan. Singkatnya, manajer SDM memainkan peran penting dalam keseluruhan manajemen dan kesuksesan organisasi dengan mengelola aset terpentingnya: karyawannya.

Tujuan pelatihan untuk manajer sumber daya manusia dapat bervariasi tergantung pada kebutuhan spesifik organisasi dan tingkat pengalaman manajer SDM. Namun, beberapa tujuan pelatihan umum untuk manajer SDM dapat meliputi:

  1. Mengembangkan pemahaman tentang undang-undang dan peraturan ketenagakerjaan, termasuk yang terkait dengan perekrutan, pemecatan, kompensasi, tunjangan, dan hubungan karyawan.
  2. Mempelajari cara merekrut dan mempekerjakan karyawan baru secara efektif, termasuk cara membuat lowongan pekerjaan, melakukan wawancara, dan mengevaluasi kandidat.
  3. Mengembangkan keterampilan dalam manajemen kinerja, termasuk bagaimana menetapkan tujuan, memberikan umpan balik, dan melakukan evaluasi kinerja.
  4. Mempelajari cara mengelola hubungan karyawan, termasuk cara menangani konflik, menangani masalah di tempat kerja, dan memelihara lingkungan kerja yang positif dan inklusif.
  5. Mengembangkan pemahaman tentang tunjangan dan kompensasi karyawan, termasuk bagaimana merancang dan mengelola program tunjangan dan bagaimana menentukan gaji yang adil dan kompetitif.
  6. Mempelajari cara menerapkan kebijakan dan prosedur SDM, termasuk yang terkait dengan kehadiran, perilaku, dan keselamatan di tempat kerja.

Secara keseluruhan, tujuan pelatihan untuk manajer SDM harus berfokus pada membantu mereka mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola departemen SDM organisasi secara efektif dan mendukung keberhasilan karyawannya.

Garis besar pelatihan manajer sumber daya manusia dapat mencakup topik dan aktivitas berikut:

  • Pengantar manajemen SDM: Sesi ini dapat memberikan gambaran tentang peran dan tanggung jawab manajer SDM, termasuk tugas-tugas utama seperti perekrutan dan perekrutan, manajemen kinerja, hubungan karyawan, dan implementasi kebijakan.
  • Hukum dan kepatuhan ketenagakerjaan: Sesi ini dapat mencakup hukum dan peraturan ketenagakerjaan utama yang perlu diperhatikan oleh manajer SDM, termasuk yang terkait dengan perekrutan, pemecatan, kompensasi, tunjangan, dan hubungan karyawan.
  • Perekrutan dan perekrutan: Sesi ini dapat memberikan pelatihan tentang cara membuat posting pekerjaan, melakukan wawancara, mengevaluasi kandidat, dan membuat keputusan perekrutan.
  • Manajemen kinerja: Sesi ini dapat mencakup bagaimana menetapkan tujuan dan harapan, memberikan umpan balik, melakukan evaluasi kinerja, dan mengelola kinerja karyawan.
  • Hubungan karyawan: Sesi ini dapat memberikan pelatihan tentang cara menangani konflik, mengatasi masalah di tempat kerja, dan memelihara lingkungan kerja yang positif dan inklusif.
  • Tunjangan dan kompensasi karyawan: Sesi ini dapat mencakup cara merancang dan mengelola program tunjangan, termasuk asuransi kesehatan, rencana pensiun, dan tunjangan lainnya. Ini juga dapat mencakup pelatihan tentang cara menentukan gaji yang adil dan kompetitif.
  • Kebijakan dan prosedur SDM: Sesi ini dapat memberikan pelatihan tentang cara mengembangkan dan menerapkan kebijakan dan prosedur SDM, termasuk yang terkait dengan kehadiran, perilaku, dan keselamatan di tempat kerja.Studi
  • kasus dan skenario: Sesi ini dapat memberikan contoh praktis tentang bagaimana menerapkan prinsip dan teknik SDM dalam situasi dunia nyata, dan dapat mencakup permainan peran dan aktivitas interaktif lainnya.

Secara keseluruhan, pelatihan harus memberikan perpaduan antara pengetahuan teoretis dan keterampilan praktis, dan harus disesuaikan dengan kebutuhan khusus organisasi dan tingkat pengalaman manajer SDM.

Peserta dalam pelatihan untuk manajer sumber daya manusia dapat mencakup manajer SDM yang sedang dilatih, serta profesional SDM lainnya, manajer, dan karyawan dalam organisasi. Dalam beberapa kasus, pelatihan juga dapat mencakup pakar eksternal, seperti konsultan SDM atau pengacara ketenagakerjaan, yang dapat memberikan pengetahuan dan keahlian khusus. Peserta tertentu dalam pelatihan akan bergantung pada kebutuhan organisasi dan fokus pelatihan. Secara umum, pelatihan harus mencakup campuran individu dengan berbagai tingkat pengalaman dan keahlian, untuk memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh.

How to Handle Millenial With NLP

HOW TO HANDLE MILLENNIALS WITH NLP

How to Handle Millenials With NLP – Millennials atau kadang juga disebut dengan generasi Y adalah sekelompok orang yang lahir setelah Generasi X, yaitu orang yang lahir pada kisaran tahun 1980- 2000an. Maka ini berarti millenials adalah generasi muda yang berumur 17- 37 pada tahun ini.

Millennials sendiri dianggap spesial karena generasi ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, apalagi dalam hal yang berkaitan dengan teknologi.Jika kita melihat ke dunia sosial media, generasi millennials sangat mendominasi jika dibandingkan dengan generasi X. Dengan kemampuannya di dunia teknologi dan sarana yang ada, generasi millenials belum banyak yang sadar akan kesempatan dan peluang di depan mereka. Generasi millennials cenderung lebih tidak peduli terhadap keadaan sosial di sekitar mereka seperti dunia politik ataupun perkembangan ekonomi. Kebanyakan dari generasi millenials hanya peduli untuk membanggakan pola hidup kebebasan dan hedonisme.

Memiliki visi yang tidak realistis dan terlalu idealistis, yang penting bisa gaya.Masuknya generasi millennials dalam dunia kerja, memunculkan beberapa keluhan dari para pimpinan perusahaan seperti kurangnya semangat juang dan etika dalam bekerja, ingin mendapatkan posisi atau jabatan dengan cepat, mudah pindah kerja demi mengejar gaji yang sedikit lebih tinggi dan masih banyak lagi keluhan lainnya sehingga membuat manajemen merasa bingung menghadapi tingkah polah generasi ini  dalam dunia kerja. Namun demikian, tidak bisa di pungkiri lagi bahwa generasi millennials akan mendominasi dunia kerja di seluruh dunia.

Pelatihan ini dihadirkan untuk anda bagaimana mengelola dan menghandel generasi millennials agar lebih produktif di perusahaan dan bagaimana cara berkomunikasi yang efektif dengan generasi ini agar mereka bisa bersinergi membantu akselerasi perusahaan dengan menggunakan NLP (Neuro Linguistic Programmining)

Melalui Pelatihan ini diharapkan peserta:

  • Peserta mampu memahami konsep dasar NLP untuk handling people & lead millennials
  • Peserta mampu memimpin dan mengembangkan generasi millennials
  • Peserta mampu memahami tipologi manusia khususnya generasi millennials
  • Peserta mampu berkomunikasi yang efektif dengan generasi millennials
  • Peserta mampu mengelola konflik (generasi millennials) dalam team atau dengan unit lain
  • Peserta mampu mengemas pesan untuk menyampaikan informasi, monitoring tugas & memastikan terselesaikan dengan minim konflik pada generasi millennials

Materi Pelatihan How to Handle Millenials With NLP:

  1. Overview Handling People & Lead Millennials
  2. What Millennials Want From Work and Life
  3. Pengaruh Generasi Millennials Terhadap Perubahan Manajemen dan Budaya Kerja di Perusahaan.
  4. Tips Mengelola dan Mengembangkan Generasi Millennials
  5. Pemahaman Terhadap Masalah yang Timbul Akibat Perbedaan Tipologi Manusia (Khususnya Generasi Millennials) dan Strategi Menanganinya
  6. Lead Millennials Through Mentorship
  7. Leading Millennials Is All About Collaboration
  8. NLP for Millennials
  9. Pola Komunikasi dan Kerjasama Yang Efektif Dengan Generasi Millennials
  10. Manajemen Situasi Konflik (Generasi Millennials) dalam Team Atau dengan Unit Lain
  11. Latihan & Roleplay Teknik Mengemas Pesan: Penyampaian Informasi, Monitoring Tugas & Memastikan Terselesaikan Dengan Minim Konflik Pada Generasi Millennials

 

Pelatihan ini sangat cocok di ikuti oleh HRD, Pemimpin Perusahaan, VP(Vice President), AVP, Direktur, Manager, Assisten Manager, Supervisor, pengajar dan pengelola SDM di perusahaan

 

Effective Communication With NLP

EFFECTIVE COMMUNICATION SKILL WITH NLP

Effective Communication Skill With NLP – Pelatihan ini didisain dengan menggunakan pendekatan Hypnotherapy (mengoptimalkan pikiran bawah sadar) dan NLP (Neuro-Linguistic Programming) untuk membebaskan diri dari segala “mental block” yang menghambat peran sebagai seorang Public Speaker, dan sekaligus menciptakan “power” agar mampu memanage forum, memotivasi audience maupun menambah kemampuan komunikasi, baik dalam dialog/interview maupun di depan publik, dengan Gaya Persuasif.

Melalui pelatihan effective communication skill with NLP ini diharapkan akan diperoleh Pembicara-pembicara yang mampu menciptakan visi, menginspirasi dan membawa perubahan baru

Tujuan Pelatihan Effective Communication Skill with NLP

  • Peserta menguasai teknik untuk meningkatkan percaya diri secara cepat, mudah dan elegan, sebelum menjadi seorang Public Speaker
  • Peserta menguasai cara untuk berkomunikasi tidak hanya kepada Pikiran Sadar kawan bicara, namun sampai kepada Pikiran Bawah Sadarnya.
  • Peserta memahami Hypnotic Language Pattern.
  • Peserta mampu membangun kenyamanan dengan teknik 3V berdasar Learning Channel Audiens/Kawan Bicara
  • Peserta mampu mentransfer informasi dan Rasa dengan menggunakan Teknik Non-Verbal Satyr Category.

Materi Effective Communication Skill with NLP

  • Mengetahui cara mencapai Peak Performance (percaya diri) sebagai pembicara publik secara cepat, mudah dan elegan
  • Menguasai teknik 3V dan mampu berbicara sesuai dengan Gaya Menangkap Informasi audiens/kawan bicara.
  • Menguasai cara menggunakan Hypnotic Language Pattern
  • Menguasai cara mentransfer informasi dengan menggunakan Teknik Non-Verbal Satyr Category
  • Mengetahui cara menyusun Pidato / Ceramah dengan menggunakan teknik 4-Mat System.
  • Mengetahui cara menarik perhatian massa / kawan bicara dengan teknik Metaphor.

Pelatihan Effective Communication With NLP ini sangat cocok diikuti bagi Marketer, Guru / Dosen, Trainer, Manajer / Pemimpin perusahaan, Penyiar, Mahasiswa, Entrepreneur