Archive: November 30, 2022

Masa Persiapan Pensiun (MPP)

Masa Persiapan Pensiun (MPP)

Masa Persiapan Pensiun~ Masa pensiun/pensiun bagi sebagian orang diidentikkan dengan kehampaan, kurang aktivitas, masa istirahat, bahkan ketika memasuki masa pensiun banyak orang mengalami kehidupan yang tidak pasti, kebosanan, kemerosotan psikologis, dll. Pada kenyataannya justru sebaliknya. Masa pensiun menawarkan banyak kesempatan untuk mengerjakan obsesi yang mungkin selama ini terkubur di alam bawah sadar karena selama masa aktif tidak ada waktu untuk mengerjakannya karena padatnya jadwal kerja di perusahaan. Nyatanya, banyak orang telah berhasil dalam berbagai bidang kehidupan setelah pensiun.

Pensiun harus disambut dengan antusias sebagai pintu gerbang menuju lingkungan yang lebih beragam yang penuh dengan tantangan dan rintangan. Namun semua itu membutuhkan persiapan yang matang untuk menangani bahkan mengelola peluang yang telah menjadi obsesi terpendam. Sehingga nantinya bagi mereka yang ingin memasuki masa pensiun dapat menjawab setiap tantangan dalam satu kesempatan bahkan mencapai yang terbaik dalam hidup dan pengabdian masyarakat.

Urusan pensiun menjadi tanggung jawab perseorangan dan perusahaan atau instansi tempat mereka bekerja. Sebagai perusahaan atau organisasi yang memiliki pandangan holistik terhadap karyawannya dan kebutuhan mereka saat mempersiapkan masa pensiun, perusahaan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan fisik, mental, dan spiritual mereka, serta kewirausahaan karyawan melalui berbagai kebijakan.
Perubahan Sikap dan Pemikiran

Para calon pensiun seringkali adalah “karyawan” dari organisasi yang “mapan”. Semua kegiatan yang dilakukan sehari-hari selalu mengacu pada peraturan dan pedoman pelaksanaan standar (juklak) berikut. Memang, tidak jarang inisiatif dan inovasi “tersembunyi” karena arahan operasional tetap ada bahkan ketika banyak perubahan yang benar-benar terjadi, yang berarti arahan operasi tidak lagi relevan dengan konteks eksekusi.
Sementara itu, dunia usaha memerlukan sikap dan pola pikir kewirausahaan, menuntut pelakunya dinamis, proaktif dalam mencari peluang, cepat, berani dalam mengambil keputusan dan berani mengambil resiko. Untuk memasuki dunia bisnis, calon pensiunan dari setiap perusahaan dan instansi harus berusaha mengubah sikap dan pola pikirnya.

Tujuan Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP)

Memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peserta agar mereka dapat mempersiapkan diri lebih dini untuk masa pensiun. Diharapkan kedepannya para peserta dapat melakukan persiapan retret yang meliputi persiapan psikologis, serta kegiatan yang akan dilakukan selama retret.

Outline Materi Pelatihan Masa Persiapan Pensiun (MPP)

Materi pelatihan menekankan pada persiapan aspek psikologis, aspek kesehatan, prinsip-prinsip kewirausahaan. Selain itu, para peserta juga akan mendapatkan pelatihan usaha atau pengembangan usaha tergantung dari jenis usaha masing-masing peserta. Pelatihan dibagi menjadi beberapa dukungan utama:

1. PSIKOLOGI
– Psikologi usia dan manajemen diri (psikologi)
Pada masa pensiun, para pensiunan akan mengalami perubahan yang luar biasa. Lingkungan dan masyarakat telah berubah secara nyata, kebiasaan berangkat kerja pada sore hari sudah tidak ada lagi. Hal tersebut membuat karyawan yang akan memasuki masa pensiun percaya bahwa setelah masa pensiun tidak banyak yang dapat dilakukan sehingga membuat mereka yang akan memasuki masa pensiun menjadi resah dan cemas. Oleh karena itu, pada sesi ini akan diberikan persiapan mental dan psikologis untuk mengatasi kecemasan tersebut sehingga setelah retret, peserta retret akan memiliki gambaran tentang kegiatan positif yang akan mereka lakukan.

– Motivasi
Berakhirnya masa kerja tentu bukan berarti melemahnya motivasi diri. Pada saat ini, motivasi untuk berkembang harus semakin tinggi dan kuat. Tujuannya adalah untuk menanamkan dalam diri mereka keyakinan bahwa mereka masih berguna bahkan setelah pensiun. Termasuk bisa menjadi pengusaha sukses dengan mengimplementasikan pengalaman yang diperolehnya selama beroperasi di dunia kerja

– Pengembangan pribadi untuk meningkatkan potensi positif
Banyak yang bisa dikembangkan dari seorang pensiunan. Pengalaman bertahun-tahun tentunya bisa dijadikan modal untuk lebih berkembang menjadi profesi yang sangat menguntungkan seperti konsultan, spesialis, dll.

2. PENGEMBANGAN BISNIS
Menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam dunia bisnis. Sekarang, kita harus bisa mengembangkan bisnis kita, agar bisnis kita bisa tumbuh dan berkembang dan menjadi pengusaha yang sukses. Pengembangan bisnis umumnya mengacu pada membangun dan mengelola hubungan strategis dan aliansi dengan perusahaan pihak ketiga lainnya. Dalam hal ini, perusahaan dapat memanfaatkan keahlian, teknologi atau kekayaan intelektual satu sama lain untuk memperluas kemampuan mereka dalam mengidentifikasi, meneliti, menganalisis, dan membawa perusahaan baru ke pasar dan produk. , pengembangan bisnis yang berfokus pada pelaksanaan rencana bisnis strategis melalui pembiayaan ekuitas , teknologi, produk, dan akuisisi/divestasi lainnya.
Banyak kendala yang dihadapi seperti kekurangan modal, tenaga kerja ahli atau terampil, kinerja keuangan perusahaan yang buruk, dll. Namun semua kendala tersebut dapat diatasi dengan menyusun dan menerapkan strategi pengembangan usaha yang baik. Mengembangkan bisnis tidak hanya membutuhkan banyak modal atau tenaga terampil, tetapi juga niat dari pihak kita. Dengan niat yang sungguh-sungguh, kita bisa mengembangkan bisnis kita menjadi lebih besar. Jika Anda tidak mengembangkan bisnis Anda dengan serius, sebaliknya, bisnis Anda akan bangkrut.

Belajar di pusat bisnis dan berbagi pengalaman dengan pengusaha. Pada bagian ini, kami mengajak peserta untuk mengunjungi bisnis yang sudah berjalan dan memberikan hasil bagi pemiliknya. Biarkan peserta mengobrol langsung dengan pemilik bisnis tentang cara memulai dan mengembangkan bisnis mereka, dan banyak lagi.

3. Gaya hidup sehat, cocok di masa persiapan pensiun
Menjadi bugar secara fisik saat mencapai usia pensiun pasti menjadi impian setiap pensiunan. Mereka pasti ingin hidup sehat, tapi terkadang sulit karena berbagai keadaan yang merugikan. Misalnya kurang sehat, konsumsi makanan tidak dianjurkan, dll. Oleh karena itu pemahaman tentang pola hidup sehat bagi karyawan yang akan memasuki masa pensiun sangat diperlukan, karena aktivitas mereka setelah tidak lagi bekerja di perusahaan tempatnya bekerja mungkin lebih tinggi karena kebiasaan kerja manajemen terkait. Instansi yang memiliki pandangan holistik terhadap kebutuhan persiapan pensiun karyawannya tentunya dapat membantu mereka dengan memfasilitasi berbagai program pelatihan pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan hidup sehat di usia pensiun yang direkomendasikan oleh para profesional kesehatan.

Ketentuan Umum Perpajakan

KETENTUAN UMUM PERPAJAKAN

Ketentuan Umum Perpajakan ~ Memahami perubahan dan perkembangan peraturan perpajakan membutuhkan pengetahuan yang mendalam tentang peraturan dasar. Undang-undang dan peraturan perpajakan terus berubah mengikuti perkembangan dan kebijakan pemerintah. Namun, perlu dicatat bahwa undang-undang perpajakan yang baru biasanya terkait erat dengan undang-undang perpajakan sebelumnya, yang berarti bahwa perubahan hanya berlaku untuk bagian-bagian tertentu. Oleh karena itu administrator pajak harus menguasai sendiri dasar-dasar peraturan perpajakan, agar peraturan baru lebih mudah dipahami.

Tujuan Pelatihan Ketentuan Umum Perpajakan

  • Membekali peserta dengan peraturan umum dan tata cara perpajakan sesuai UU KUP terbaru (UU No. 28 Tahun 2007), yang merupakan pedoman dasar untuk membayar, mencatat dan melaporkan pajak.
  • Dengan mengikuti pelatihan Kup Pajak Ketentuan Umum, peserta akan dapat berbagi informasi tentang Kup Pajak Umum dengan perusahaan lain yang terlibat dalam kegiatan Kup Pajak Umum.

Outline pembahasan pelatihan Ketentuan Umum Perpajakan

  • Hal-hal Pokok yang diatur dalam Ketentuan Umum dan Tara Cara Perpajakan
  • Tata cara Pembayaran, Penyetoran dan Pelaporan Mengangsur Pajak
  • Pembayaran Pajak Tidak Menggantungkan pada Surat Ketetapan Pajak
  • Surat Ketetapan Pajak
  • Surat Tagihan Pajak
  • Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar Tambahan
  • Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar
  • Surat ketetapan Pajak Nihil
  • Tata Cara Penghapusan Piutang Pajak
  • Keberatan dan Jangka Waktu Keputusan Keberatan
  • Misi & Isi UU No.14/2002 tentang Pengadilan Pajak & PPSP
  • Diskusi & Tanya Jawab
  • Hal-hal Pokok yang Mengalami Perubahan dalam UU KUP Terbaru (UU No 28 Tahun 2007)
  • NPWP dan Pengukuhan PKP
  • Surat Pemberitahuan Pajak
  • Sanksi Perpajakan
  • Pembayaran Pajak
  • Penetapan dan Ketetapan Pajak
  • Penagihan Pajak dan Daluwarsa Penagihan Pajak
  • Gugatan, Keberatan dan Banding
  • Pembukuan atau Pencatatan
  • Pemeriksaan Pajak
  • Akses Data Perpajakan
  • Pengurangan dan Pembatalan Sanksi Perpajakan
  • Kode Etik dan Sanksi bagi Petugas Pajak
  • Pengawas Perpajakan
  • Ketentuan Pidana
Pencemeran Udara

PENANGGUNGJAWAB PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA (PPPU)

Penanggungjawab Pengendalian Pencemaran Udara (PPPU) – Industri selalu dikaitkan dengan sumber pencemaran, karena industri merupakan kegiatan yang sangat terlihat melalui pelepasan ke lingkungan alam berbagai senyawa kimia yang terkait dengan organisme hidup. Untuk itu perlu dilakukan pemantauan parameter emisi dan kualitas udara ambien. Parameter kualitas udara yang dipantau biasanya hampir sama seperti SOx, CO, NO2 dan partikel padat.

Pemerintah telah menerbitkan UU No. 23 tahun 1997 tentang prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan hidup. Peraturan yang telah dan akan diundangkan akan didasarkan pada undang-undang ini. Salah satu peraturan yang juga akan diterbitkan adalah Standar Kualitas Udara dan Lingkungan. Peraturan ini akan memberikan insentif kepada pengelola industri untuk mengurangi dampak negatif dari kegiatan industri dengan menerapkan berbagai perangkat dan sistem pengendalian pencemaran udara yang sesuai agar lingkungan atmosfer tetap memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Kebutuhan akan tenaga kerja yang mampu menjalankan fungsinya di bidang pengendalian kualitas udara merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi, agar setiap kegiatan dapat memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan. Program sertifikasi penanggung jawab pengendalian pencemaran udara pada Lembaga Sertifikasi Profesi Lingkungan Hidup Nusantara (LSP-LHN) ini disusun untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga-tenaga yang berkompeten di bidang pengendalian pencemaran udara tersebut. Program ini bertujuan untuk mengembangkan, memelihara, dan memastikan bahwa penanggung jawab pengendalian pencemaran udara memiliki keterampilan untuk memenuhi persyaratan nasional berdasarkan Standar Kompetensi Profesi Nasional Indonesia (SKKNI) berdasarkan Kepmenaker No.187 Tahun 2016.

 

Tujuan Pelatihan Penangungjawab Pengendalian Pencemaran Udara (PPPU)

  • Memastikan kompetensi peserta yang melaksanakan tugasnya di bidang pengendalian pencemaran udara memenuhi standar yang ditetapkan oleh SKKNI, sehingga kualitas hasil pengendalian dapat diperhatikan.
  • Memenuhi ketersediaan tenaga kerja terampil di bidang pengendalian pencemaran udara
  • Memberikan pemahaman tentang prosedur kerja dan sikap yang baik dalam pekerjaan pengendalian pencemaran udara

Materi Pelatihan Penangungjawab Pengendalian Pencemaran Udara (PPPU)

  1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Pengendalian Pencemaran Udara
  2. Gambaran dan pengantar pemantauan pencemaran kualitas udara.
    Peraturan dan Undang-undang yang mendorong pengembangan program pemantauan kualitas udara
  3. Metode pengambilan sampel gas Emisi dan udara Ambien
    Langkah-langkah Pengembangkan program indeks kualitas udara di Indonesia
  4. Pemahaman unit-unit kompetensi PPPU:
  • Mengidentifikasi sumber pencemar udara dari emisi
  • Menentukan karakteristik sumber pencemar udara dari emisi
  • Menilai tingkat pencemaran udara dari emisi
  • Melaksanakan pengendalian pencemaran udara dari emisi
  • Menentukan peralatan pengendalian pencemaran udara dari emisi
  • Mengoperasikan alat pengendali pencemaran udara dari emisi
  • Menyusun rencana pemantauan pencemaran udara dari emisi
  • Melaksanakan pemantauan pencemaran udara dari emisi
  • Mengidentifikasi bahaya dalam pengendalian pencemaran udara dari emisi
  • Melakukan tindakan K3 terhadap bahaya dalam pengendalian pencemaran udara dari emisi

Persyaratan Peserta Pelatihan Penangungjawab Pengendalian Pencemaran Udara (PPPU)

1.Persyaratan pendidikan

  • S-1 (Strata-Satu) rumpun ilmu lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 1 (satu) tahun di bidang pengendalian pencemaran udara; atau
  • S-1 (Strata-Satu) selain rumpun ilmu lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 2 (dua) tahun di bidang pengendalian pencemaran udara; atau
  • D-3 (Diploma-Tiga) rumpun ilmu lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 2 (dua) tahun di bidang Pengendalian Pencemaran Udara; atau
  • D-3 (Diploma-Tiga) selain rumpun ilmu lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 4 (empat) tahun di bidang Pengendalian Pencemaran Udara; atau
  • Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dengan pengalaman kerja paling sedikit 6 (enam) tahun di bidang Pengendalian Pencemaran Udara; dan
  • Telah mengikuti pelatihan berbasis Kompetensi di bidang pengendalian pencemaran udara atau telah memilki Sertifikat Profesi dalam jabatan Penanggung Jawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara.

2.Persyaratan lain:

  • Mendapatkan rekomendasi dari pimpinan usaha dan/atau kegiatan, atau memiliki surat keterangan pernah mengerjakan pekerjaan Pengendalian Pencemaran Udara dari emisi di industri, instansi terkait atau perusahaan; dan Mampu menyampaikan pemikirannya dengan baik secara lisan dan tulisan.

Human Capital Staf

Sertifikasi Human Capital Staff

Sertifikasi Human Capital Staff ~ Profesi manajer sumber daya manusia di Indonesia telah menjadi kebutuhan di berbagai industri termasuk instansi pemerintah dan badan usaha milik negara, yang dalam menjalankan bisnis dan jasanya memerlukan fungsi manajemen sumber daya manusia. Profesi ini diterjemahkan ke dalam peran dan tanggung jawab yang berbeda tergantung pada kompleksitas organisasi. Ada yang menyebutnya direktur sumber daya manusia, kepala sumber daya manusia, manajer umum sumber daya manusia atau wakil presiden sumber daya manusia hingga direktur sumber daya manusia atau kepala pengembangan sumber daya manusia. Peruntukannya bervariasi dan masing-masing mengandung peran dan tanggung jawab yang berbeda tergantung pada ukuran organisasi dan sistem manajemen yang diterapkan dalam organisasi.

Dalam rangka Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia No. 115 Tahun 2022 tentang pelaksanaan wajib sertifikasi Kompetensi kerja bagi tenaga kerja di bidang manajemen sumber daya manusia. Sertifikasi kompetensi wajib bagi karyawan di posisi SDM/SDM dua tahun setelah surat edaran diterbitkan. Dengan menggunakan sistem sertifikasi keahlian Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan mengacu pada SKKNI yang berlaku di bidang sumber daya manusia.

Sehubungan dengan kebutuhan tersebut, maka perlu dilakukan pembinaan dan pengembangan standar kompetensi di bidang SDM untuk memenuhi kebutuhan industri, masyarakat, asosiasi dan praktisi di bidang SDM yang diakui secara nasional dan/atau internasional. Dengan pengembangan standar kompetensi di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, diharapkan pengembang dan pengelola sumber daya manusia dapat menggunakannya sebagai standar acuan untuk mengembangkan kualitas, kapasitas dan daya saing di tingkat nasional, regional dan/atau internasional.

Dasar-dasar Hukum Sertifikasi Human Capital Staff

  • Peraturan Presiden No. 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia.
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi NO.M/5/HK.04.00/VII/2019 tentang pemberlakuan wajib sertifikasi kompetensi terhadap jabatan bidang manajemen sumber daya manusia.
  • Peraturan BNSP No 1 tahun 2014 tentang Pedoman Penilaian Kesesuaian Persyaratan Umum Lembaga Sertifikasi Profesi.
  • Peraturan BNSP No 4 tahun 2014 tentang Pedoman Pengembangan dan Pemeliharaan Skema Sertifikasi Profesi.
  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor 149 Tahun 2020 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Jasa Profesional, Ilmiah Dan Teknis Golongan Pokok Kegiatan Kantor Pusat Dan Konsultasi Manajemen Bidang Manajemen Sumberdaya Manusia
  • Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 297 Tahun 2020 Tentang Penetapan Jenjang Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Sumber Daya Manusia
  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. 115 Tahun 2022 tentang pelaksanaan wajib sertifikasi Kompetensi kerja bagi tenaga kerja di bidang manajemen sumber daya manusia

Tujuan Pelatihan Sertifikasi Human Capital Staff

1. Mempersiapkan peserta agar dapat mengikuti pre-assessment dan assessment dengan baik dan lancar.
2. Mengembangkan kompetensi staf profesional atau individu untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan pengawasan manajemen SDM.
3. Menjamin kualitas manajemen sumber daya manusia untuk melakukan kegiatan pemantauan sesuai standar yang ditetapkan.
4. Membangun sistem sertifikasi dan mendorong keahlian HRM dalam kegiatan monitoring

Materi Pelatihan Sertifikasi Human Capital Staff

Pembekalan peserta terhadap unit-unit kompetensi:

1. Menyusun Uraian Jabatan
2. Melakukan Administrasi Jaminan Sosial
3. Melakukan Administrasi Pengupahan
4. Melakukan Administrasi Penerapan Kebijakan MSDM

Pelatihan Sertifikasi Human Capital Staff ini ditujukan kepada Para profesional di bidang MSDM yang telah berpengalaman sebagai Manajer SDM, namun masih memerlukan pendalaman konsep yang lebih komprehensif tentang Manajemen SDM dalam lingkup sebagai seorang manajer.

PERSYARATAN DASAR JALUR DIKLAT

  • Pendidikan dan Pengalaman : Strata 1 atau setara dan berpengalaman minimal 2 tahun pada posisi supervisor di departemen HR
  • Diploma 3 atau yang setara dan berpengalaman minimal 3 tahun pada posisi supervisor di departemen HR
  • Memiliki sertifikat pelatihan di bidang manajemen SDM atau yang terkait terkait
  • Menyerahkan SK (Surat Keputusan) atau bukti lainnya yang sah dan menyatakan bahwa pemohon melaksanakan tugas sebagai supervisor
  • Menyerahkan pas Foto 3 X 4 sebanyak 4 lembar
  • Foto Copy Ijazah terakhir
  • Foto Copy KTP
  • Bukti-bukti rekaman hasil produk kerja dalam porto folio
Hay System

JOB EVALUATION & JOB GRADING USING HAY SYSTEM

Job Evaluation and Job Grading Using Hay System – Suatu organisasi dituntut secara terus menerus menyesuaikan strateginya, dalam rangka menghadapi tantangan untuk selalu dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dan pemangku kepentingan utamanya yang terus berubah.

Penyelarasan strategi perusahaan mengharuskan proses penyelarasan terhadap seluruh sub sistem yang ada di organisasi termasuk struktur organisasinya sampai ke level jabatan (job). Untuk memastikan strategi tersebut dapat dieksekusi dengan baik maka setiap jabatan membutuhkan kejelasan misi termasuk kejelasan tanggung jawab, kejelasan dan keseimbangan kewenangan untuk dapat menjalankan tanggung jawab.
Salah satu pekerjaan Job Management adalah mengevaluasi setiap jabatan dengan menggunakan perangkat penilaian yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan. Salah satu model penilaian jabatan yang telah dikenal dengan Hay System, yang diperkenalkan oleh Edward Hay dan kini banyak dipakai serta dikembangkan oleh para ahli di seluruh dunia. Sistem evaluasi pekerjaan Hay merupakan kegiatan evaluasi atau kegiatan penilaian, bukan merupakan kegiatan ilmiah.

Sistem evaluasi ini dirancang untuk mengevaluasi pekerjaan, namun dalam prakteknya juga digunakan untuk mengukur hasil pelaksanaan.
Job Evaluation sangat diperlukan dalam menentukan sebuah bobot pemegang jabatan sebagai informasi untuk menetapkan job grading atau pangkat pemegang jabatan. Dari beberapa metode Job Evaluation yang ada, dalam pelatihan ini yang dipakai adalah metode logic analytical quantitative dengan memakai Compensable Point Factor.
Dalam pelatihan ini, peserta akan diberikan pemahaman dengan metode langkah demi langkah pendekatan dari Desain Pekerjaan, Job Analysis, Job Evaluasi dan desain Grading Job.

Tujuan Pelatihan Hay System

  1. Peserta memiliki pengalaman praktis dalam mengidentifikasi kunci nilai tambah kegiatan dalam sebuah organisasi, terutama dalam praktek manajemen pekerjaan seperti mendefinisikan pekerjaan / peran konten dan area hasil kunci pekerjaan.
  2. Peserta mampu memahami keterampilan dan pengetahuan tentang menggunakan beberapa Metode Evaluasi Job dengan memberikan studi kasus untuk berlatih evaluasi berbagai pekerjaan pada tingkat dan fungsi yang berbeda
  3. Peserta mampu menganalisa informasi untuk mengidentifikasi elemen kunci dan menulis bermakna dan komprehensif Job Description, yang menekankan pada hasil akhir yang dibutuhkan oleh pekerjaan.
  4. Peserta mengetahui bagaimana menerapkan alat Pengukuran Kerja yang secara obyektif mengevaluasi dan mengakui pekerjaan dalam situasi bisnis yang berbeda.

Materi Pelatihan Hay System

  1. Pengantar Job Evaluation: Tinjauan Evaluasi kerja dalam manajemen sumber daya manusia
  2. Job Evaluation: membandingkan pekerjaan terhadap pekerjaan atau terhadap skala yang telah ditentukan
  3. Tujuan dan prosedur evaluasi pekerjaan
  4. Faktor-faktor dalam Evaluasi Jabatan
  5. Prosedur evaluasi dan job matrix level
  6. Job Structure
  7. Checklist untuk evaluasi pekerjaan
  8. Sistem evaluasi jabatan dengan sistem HAY
  9. Tiga Model Tabel Hay Guide Chart
  10. Detail komponen matriks panduan : I-P-O (K-PS-A)
  11. Job Profile dan model konsistensi factor
  12. Hubungan job evaluasi terhadap sebuah kompetensi jabatan dan kompetensi pejabat (JG/IG)
  13. Matriks jabatan versus total score penilaian
  14. Interpretasi Hasil Penilaian

Pelatihan Hay System ini sangat cocok bagi HR pofessionals or line managers who are required to prepare Job Descriptions in their organization for job evaluation, job grading design, salary structure design, performance management, or as part of effective human resource management.

PENANGGUNGJAWAB OPERASIONAL INSTALASI PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA

PENANGGUNGJAWAB OPERASIONAL INSTALASI PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA (POPU)

PENANGGUNGJAWAB OPERASIONAL INSTALASI PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA (POPU) – Pencemaran udara adalah suatu kondisi di mana kualitas udara menjadi rusak dan terkontaminasi oleh zat-zat, baik yang tidak berbahaya maupun yang membahayakan kesehatan tubuh manusia. Pencemaran udara biasanya terjadi di kota-kota besar dan juga daerah padat industri yang menghasilkan gas-gas yang mengandung zat yang melebihi baku mutu.

Rusaknya atau semakin sempitnya lahan hijau atau pepohonan di suatu daerah juga dapat memperburuk kualitas udara di tempat tersebut. Semakin banyak kendaraan bermotor dan alat-alat industri yang mengeluarkan gas yang mencemarkan lingkungan akan semakin parah pula pencemaran udara yang terjadi. Untuk itu diperlukan peran serta stakeholder terkait untuk dapat menyelesaikan permasalahan pencemaran udara yang terjadi.

Berdasarkan Pasal 13 ayat (3) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pengendalian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup dilaksanakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan sesuai dengan kewenangan, peran, dan tanggung jawab masing-masing. Sebagai upaya peningkatan kinerja dalam pengendalian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup, diperlukan SDM yang memiliki pengetahuan, manajemen, dan kompetensi dalam unit pencemaran udara di perusahaan. Dimana melalui Kementrian Lingkungan Hidup perusahaan diwajibkan mempunyai personil yang bersertifikat kompetensi Penanggungjawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara (POPU).

Pelatihan yang didesain oleh Bexpert Indoprima ini memberikan pemahaman secara komprehensif kepada peserta dalam mendesain sistem pengendalian pencemaran dan implementasinya yang diaplikasikan terhadap organisasi dan lingkungannya.

Setelah mengikuti pelatihan Penanggungjawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara (POPU) ini diharapkan peserta mampu memenuhi kompetensi sebagai berikut :

  • Peserta pelatihan memahami kompetensi yang harus dimiliki seorang Penanggungjawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara (POPU).
  • Peserta pelatihan mampu melakukan penilaian potensi pencemaran udara yang ditimbulkan perusahaannya dan dampaknya yang mungkin terjadi.
  • Peserta pelatihan mampu melakukan perencanaan dan koordinasi pelaksanaan kegiatan pemantauan emisi sumber tidak bergerak dan udara ambien serta pembuatan laporannya.

Materi yang akan dibahas pada pelatihan Penanggungjawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara (POPU) sebagai berikut:

  1. Pengetahuan dasar pengelolaan kualitas udara, mekanisme terjadinya pencemaran udara, dan dampak pencemaran udara
  2. Peralatan pengendali pencemaran udara
  3. Penilaian potensi/ parameter pencemaran udara
  4. Perencanaan pemantauan udara ambien dan emisi cerobong
  5. Pelaksanaan pemantauan, pelaporan dan evaluasi
  6. Pengetahuan tentang jenis bahan bakar dan karakteristiknya, serta pengendalian proses dan teknologi pembakaran
  7. Teknologi pengendalian emisi udara
  8. Inspeksi instalasi pengendalian pencemaran udara
  9. Prosedur kondisi abnormal dan prosedur tanggap darurat
  10. Pelaporan pelaksanaan pengendalian pencemaran udara

Syarat Peserta untuk Pelatihan dan Sertifikasi Penanggungjawab Operasional Instalasi Pengendalain Pencemaran Udara (POPU) adalah: 

  • Fotocopy Ijasah terakhir
  • Fotocopy identitas diri KTP
  • Surat Rekomendasi Perusahaan
  • Pas Foto Berwarna 2×3, 3×4, 4×6 masing-masing 4 lembar
  • Dokumentasi pekerjaan
  • Sertifikat pelatihan terkait
  • Pendidikan terakhir D3 Teknik / Sains dengan pengalaman paling sedikit 3 tahun pada kegiatan Pengendalian Pencemaran Udara
  • Pendidikan terakhir S1, S2, dan/atau S3 teknik / sains dengan pengalaman paling sedikit 2 tahun pada kegiatan Pengendalian Pencemaran Udara

Penanggungjawab Operasional Pengolahan Air Limbah

PENANGGUNGJAWAB OPERASIONAL PENGOLAHAN AIR LIMBAH

PENANGGUNGJAWAB OPERASIONAL PENGOLAHAN AIR LIMBAH – Setiap perusahaan industri yang menghasilkan limbah wajib memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Air limbah yang berasal dari air limbah industri diolah di waste water treatment plan (WWTP) dan air limbah domestik diolah di sewage treatment plant (STP). Output dari IPAL harus memenuhi standar baku mutu limbah cair yang diatur dalam UU no. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Unit pengolahan air limbah secara teknis dan operasional memiliki sistem produksi yang kompleks dan rumit karena malibatkan karakteristik input yang fluktuatif secara kualitas maupun kuantitas. Kemudian adanya keterbatasan proses karena peralatan dan rentang fleksibilitas unit. Yang terakhir yakni adanya tuntutan output yang harus memenuhi standar baku mutu air limbah. Sehingga diperlukan SDM yang memiliki pengetahuan, manajemen, dan kompetensi dalam unit pengolahan air limbah di perusahaan. Dimana melalui Kementrian Lingkungan Hidup perusahaan diwajibkan mempunyai personil yang bersertifikat kompetensi

Penanggungjawab Operasional Pengolahan Air Limbah (POPAL).
Melalui Bexpert Indoprima yang merupakan Lembaga Diklat Profesi yang berpengalaman akan memberikan pembekalan secara komprehensif untuk memenuhi pengetahuan dan kompetensi terkait pengolahan air limbah sehingga mampu dalam melanjutkan proses sertifikasi dengan baik dan lancar.

Setelah mengikuti pelatihan Penanggungjawab Operasional Pengolahan Air Limbah (POPAL) ini diharapkan peserta mampu memenuhi kompetensi sebagai berikut :

  • Memahami karakteristik air limbah dan manajemen pengolahan air limbah
  • Mampu mengenali potensi pencemaran air limbah industri maupun air limbah domestik
  • Mengetahui dan merencanakan peluang minimisasi air limbah
  • Memahami operasional pengolahan air limbah
  • Memahami penanganan keadaan darurat terkait dengan air limbah

Materi pelatihan Penanggungjawab Operasional Pengolahan Air Limbah (POPAL)

  1. Gambaran Umum dan Evaluasi Kualitas Air Limbah
    o Karakteristik Air Limbah
    o Penentuan titik sampling air
    o Prinsip metodologi sampling
    o Pengawetan contoh uji/sampel
    o Analisa laporan hasil analisis laboratorium tentang parameter yang diujikan
  2. Penilaian Potensi Pencemaran Air Limbah
    o Identifikasi sumber air limbah
    o Identifikasi dampak pencemaran air limbah ke perairan/badan air
    o Upaya pengendalian pencemaran air
    o Pemantauan terhadap badan air atas hasil upaya pengendalian pencemaran air
  3. Minimisasi Timbulan Air Limbah
    o Peluang minimisasi air limbah
    o Menyusun program minimisasi air limbah
    o Pelaksanaan program minimisasi air limbah
  4. Pengendalian Operasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
    o Unit Proses dan Operasional IPAL
    o Evaluasi Kinerja
    o Rencana Operasional IPAL
    o Pelaporan kinerja IPAL
  5. Tanggap Darurat IPAL
    o Identifikasi keadaan darurat
    Pencegahan dan penanganan kejadian darurat terkait air limbah

Persyaratan peserta pelatihan Penanggungjawab Operasional Pengolahan Air Limbah (POPAL) :

  • Pas Photo 3 x 4 sebanyak 4 Lembar
  • Fotocopy KTP dan NPWP
  • Ijazah Terakhir
  • Sertifikat Pelatihan Terkait
  • CV
  • Jobdesk
  • Surat Keterangan Kerja
  • Laporan Kerja bidang terkait
  • Minimum S-2 (Strata-Dua) Rumpun Ilmu Lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 2 (dua) tahun di bidang operasional pengolahan air limbah, atau
  • Minimum S-2 (Strata-Dua) selain Rumpun Ilmu Lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 3 (tiga) tahun di bidang operasional pengolahan air limbah, atau
  • Minimum S-1 (Strata-Satu) Rumpun Ilmu Lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 2 (dua) tahun di bidang operasional pengolahan air limbah, atau
  • Minimum S-1 (Strata-Satu) selain Rumpun Ilmu Lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 3 (tiga) tahun di bidang operasional pengolahan air limbah, atau
  • Minimum D-3 (Diploma-Tiga) Rumpun Ilmu Lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 3 (tiga) tahun di bidang operasional pengolahan air limbah, atau
  • D-3 (Diploma-Tiga) selain Rumpun Ilmu Lingkungan, dengan pengalaman kerja paling sedikit 5 (lima) tahun bidang operasional pengolahan air limbah, atau
  • Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dengan pengalaman kerja paling sedikit 7 (tujuh) tahun di bidang operasional pengolahan air limbah.
Pelatihan Sertifikasi Kompetensi PLB3

PELATIHAN SERTIFIKASI KOMPETENSI PLB3

Pelatihan Sertifikasi Kompetensi PLB3 – Kemajuan teknologi mendorong dunia industri untuk mengakrabkan diri terhadap limbah B3, karena hampir seluruh aktifitas industri maupun rumah tangga pasti menghasilkan limbah.

Untuk mengelola bahan buangan industri (limbah), yang dikenal dengan bahan buangan berbahaya, setiap individu yang terlibat di dalam penanganannya memerlukan wawasan dan identifikasi yang benar terhadap bahan berbahaya tersebut.

Definisi limbah B3 berdasarkan BAPEDAL (1995) ialah setiap bahan sisa (limbah) suatu kegiatan proses produksi yang mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) karena sifat (toxicity, flammability, reactivity, dan corrosivity), serta konsentrasi atau jumlahnya yang baik secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak, mencemarkan lingkungan, atau membahayakan kesehatan manusia. Namun, pada limbah B3, selain hasil akhir, cara pengelolaan juga harus memenuhi peraturan yang berlaku. Jadi, untuk berhasil mengelola limbah B3, tidak cukup hanya memenuhi baku mutu limbah B3 saja, cara mengelola seperti pencatatan, penyimpanan, pengangkutan, pengolahan dan pembuangan harus juga memenuhi peraturan yang berlaku. Sekali lagi, dalam limbah B3 cara mengelola adalah suatu hal yang penting untuk diperhatikan.

Limbah B3 harus ditangani dengan perlakuan khusus mengingat bahaya dan resiko yang mungkin ditimbulkan apabila limbah ini menyebar ke lingkungan. Hal tersebut termasuk proses pengemasan, penyimpanan, dan pengangkutannya. Pengemasan limbah B3 dilakukan sesuai dengan karakteristik limbah yang bersangkutan. Namun secara umum dapat dikatakan bahwa kemasan limbah B3 harus memiliki kondisi yang baik, bebas dari karat dan kebocoran, serta harus dibuat dari bahan yang tidak bereaksi dengan limbah yang disimpan di dalamnya.

Mengingat adanya sejumlah bahaya yang dapat ditimbulkan dari limbah industri, maka sebagai upaya untuk meminimalkan sekaligus menghindari efek yang ditimbulkan dari sifat–sifat bahan kimia berbahaya, setiap Informasi tentang dampak yang ditimbulkan sangat perlu untuk diketahui oleh setiap tingkatan operator yang menangani. Diperlukan SDM yang memiliki wawasan dan kompetensi mumpuni pada setiap industri. Kami Bexpert Indoprima selaku Lembaga Diklat Profesi melalui pelatihan ini akan memberikan pemahaman secara komprehensif bagi personal yang bertanggung jawab dalam PLB3 sesuai dengan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) dan mampu mengikuti uji kompetensi skema PLB3.

Tujuan Pelatihan Sertifikasi Kompetensi PLB3

  • Peserta memahami peraturan yang berkaitan dengan dengan pengelolaan limbah B3
  • Peserta dapat mengidentifikasi karakteristik dan jenis limbah B3 yang diatur peraturan perundangan limbah B3
  • Peserta mampu mengelola limbah B3 secara tepat guna.
  • Peserta dapat memahami pengelolaan limbah B3 dan teknologi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan limbah B3
  • Peserta pelatihan mampu melakukan inventarisasi dan asessment pengurangan dan pemanfaatan limbah B3 di perusahaannya
  • Peserta pelatihan mampu menyusun rencana strategis dan program pengurangan dan pemanfaatan limbah B3 untuk perusahaannya
  • Peserta mampu mengikuti uji kompetensi terkait penentuan potensi dan karakteristik pencemaran limbah B3 hingga dinilai kompeten dan mendapatkan sertifikasi kompetensi dari BNSP.

Materi Pelatihan Sertifikasi PLB3

  1. The Nature of Hazardous Chemicals in Industries (Hazardous Properties dari Bahan Kimia Berbahaya)
  2. AMDAL, UKL & UPL
  3. Identifikasi bahan kimia berbahaya
  4. Teknologi Pengolahan (Chemical Conditioning, Solidification/ Stabilization, dan Incineration)
  5. Pembuangan Limbah B3 (Disposal)
  6. Health effects dari bahan kimia berbahaya
  7. Hazard system bahan kimia berbahaya
  8. Hazardous Chemical Management
  9. Dokumen (manifest) limbah bahan berbahaya dan beracun
  10. Penyimpanan dan Pengemasan limbah bahan berbahaya dan beracun
  11. Label dan simbol limbah bahan berbahaya dan beracun
  12. Pengangkutan limbah bahan berbahaya dan beracun
  13. Strategies (Management for Risk Prevention)
  14. Persyaratan Pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun
  15. Penimbunan dan pembuangan akhir limbah bahan berbahaya dan beracun
  16. Sistem tanggap darurat pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun
Quality Control Of Civil Works

QUALITY CONTROL OF CIVIL WORKS

Quality Control of Civil Works – pelatihan ini ditujukan bagi para pelaksana, perencana dan pengawas pekerjaan sipil yang bertugas untuk mengendalikan jalannya proyek sehingga tepat waktu, tepat mutu dan tepat biaya dapat dicapai. Penguasaan metode-metode pengendalian menjadi sangat penting untuk keberhasilan suatu proyek.

Pengendalian proyek yang baik tentunya berdasarkan perencanaan proyek sehingga lebih mudah untuk dikendalikan baik mutu, waktu, maupun biayanya. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan mutu hasil pembangunan yang sesuai dengan spesifikasi teknis dalam dokumen kontrak.

Salah satu upaya untuk mencapai sasaran itu adalah dengan memberdayakan sumber daya manusia yang ada melalui pelatihan Quality Control of Civil Work di mana para peserta akan dilatih untuk memiliki kemampuan mengendalikan mutu proyek-proyek yang ditanganinya.

Tujuan Pelatihan Quality Control of Civil Works

•Memahami pentingnya pengendalian proyek yang efektif dan efisien
•Memahami pentingnya pengendalian mutu dalam suatu proyek
•Memahami bagaimana mengendalikan mutu pekerjaan sipil
•Memahami sikap dan tanggung jawab sebagai quality controller

Materi Pelatihan Quality Control of Civil Works

1.Diskripsi Dan Ruang Lingkup Pekerjaan Qualitu Control Dalam Pekerjaan Konstruksi
2.Manajemen Pengendalian Mutu Dalam Pekerjaan Konstruksi
3.Pengenalan Dasar-Dasar Mechanics Pada Suatu Proyek Konstruksi
4.Element-Elemen Dalam Pekerjaan Konstruksi
5.Konsep Cost/Schedule Control System Criteria
6.Tinjauan Faktor K3 Dalam Pekerjaan Konstruksi
7.Quality Control Pekerjaan Tanah Dan Pondasi
8.Quality Control Pekerjaan Stuktur Bangunan Dan Beton
9.Quality Control Pekerjaan Baja
10.Quality Control Pekerjaan Jalan\
11.Quality Control Pekerjaan Bangunan Air

Peserta Pelatihan Quality Control of Civil Works

Plant Engineers
Operation, Maintenance, Inspection and Repair Managers, Supervisors and Engineers
Mechanical Engineers
Design Engineers
Consulting Engineers
Plant Operations and Maintenance Personnel
Consulting Engineers
Process Technicians
Mechanical Technicians

Sertifikasi Pencemaran Udara (POPU)

SERTIFIKASI PENCEMARAN UDARA (POPU)

Penanggungjawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara (POPU) ~ Polusi udara adalah kondisi di mana kualitas udara terganggu dan tercemar oleh zat-zat yang tidak berbahaya atau berbahaya bagi kesehatan manusia. Pencemaran udara biasanya terjadi di kota-kota besar dan kawasan industri padat penduduk yang menghasilkan gas-gas yang mengandung zat-zat yang melebihi baku mutu. Perusakan atau pengurangan ruang terbuka hijau dan pepohonan di suatu kawasan juga dapat menurunkan kualitas udara di kawasan tersebut. Semakin banyak gas polusi yang dikeluarkan dari mobil dan pabrik industri, polusi udara menjadi lebih serius. Untuk itu, pelibatan pemangku kepentingan terkait sangat diperlukan untuk dapat menyelesaikan permasalahan pencemaran udara yang muncul.

Berdasarkan Pasal 13 ayat (3) Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Nomor 32 Tahun 2009, pengendalian pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup dilakukan oleh pemerintah, sektor daerah, dan dunia usaha dan/atau beroperasi sesuai dengan kewenangannya. wewenang, peran dan tanggung jawab masing-masing. Untuk meningkatkan efisiensi operasional dalam pengendalian pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan, diperlukan sumber daya manusia yang berpengetahuan, kualifikasi manajemen dan keterampilan di departemen pencemaran udara perusahaan. Melalui Kementerian Lingkungan Hidup, perusahaan wajib memiliki personel bersertifikat untuk bertanggung jawab atas pengoperasian fasilitas pengendalian pencemaran udara (POPU).

Pelatihan yang dirancang oleh Bexpert Indoprima ini memberikan pemahaman yang komprehensif kepada peserta tentang desain sistem pengendalian polusi dan implementasinya yang dapat diterapkan pada organisasi dan lingkungannya.

Setelah mengikuti pelatihan Penanggungjawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara (POPU) ini diharapkan peserta mampu memenuhi kompetensi sebagai berikut :

  • Peserta pelatihan memahami kompetensi yang harus dimiliki seorang Penanggungjawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara (POPU).
  • Peserta pelatihan mampu melakukan penilaian potensi pencemaran udara yang ditimbulkan perusahaannya dan dampaknya yang mungkin terjadi.
  • Peserta pelatihan mampu melakukan perencanaan dan koordinasi pelaksanaan kegiatan pemantauan emisi sumber tidak bergerak dan udara ambien serta pembuatan laporannya

Pelatihan dan Uji Kompetensi ini akan dilaksanakan selama 3 hari, dengan cakupan materi sesuai dengan standar SKKNI, sbb;

  1. Mengoperasikan Alat Pengendali Pencemaran Udara dan Emisi
  2. Melakukan Perawatan Peralatan Pengendali Pencemaran Udara
  3. Menilai Tingkat Pencemaran Udara dan Emisi
  4. Mengidentifikasi Bahaya dalam Pengendalian Pencemaran Udara dan Emisi
  5. Melakukan Tindakan K3 Terhadap Bahaya dalam Pengendalian Pencemaran Udara dan Emisi

Untuk kelancaran dalam mengikuti proses uji kompetensi maka diharapakan para peserta pelatihan Penanggungjawab Operasional Instalasi Pengendalian Pencemaran Udara (POPU) untuk membawa persyaratan sebagai berikut;

  • Fotocopy Ijasah terakhir
  • Fotocopy identitas diri KTP
  • Surat Rekomendasi Perusahaan
  • Pas Foto Berwarna 2×3, 3×4, 4×6 masing-masing 4 lembar
  • Dokumentasi pekerjaan
  • Sertifikat pelatihan terkait
  • Pendidikan terakhir D3 Teknik / Sains dengan pengalaman paling sedikit 3 tahun pada kegiatan Pengendalian Pencemaran Udara
  • Pendidikan terakhir S1, S2, dan/atau S3 teknik / sains dengan pengalaman paling sedikit 2 tahun pada kegiatan Pengendalian Pencemaran Udara