LIFE CYCLE ASSESSMENT

Life Cycle Assessment

Life Cycle Asessment (LCA) – Pada tahun 2018 lalu, Sekretariat PROPER Ditjen PPKL KLHK telah menambahkan kriteria baru dalam penilaian PROPER.

Kriteria baru tersebut adalah Penilaian Daur Hidup atau yang lebih dikenal dengan istilah Life Cycle Assesment (LCA). Penambahan kriteria ini diberlakukan setelah revisi Peraturan Menteri LH Nomor 3 Tahun 2014 tentang PROPER terbit.

Salah satu kriteria penilaian yang dikembangkan oleh KLHK untuk aspek lebih dari ketaatan yaitu penerapan Penilaian Daur Hidup. Penerapan penilaian daur hidup (LCA) ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menghitung keberlanjutan penggunaan sumber daya alam, pembuangan pada lingkungan, serta mengevaluasi dan menerapkan kemungkinan perbaikan lingkungan.
Penilaian Daur Hidup / Life Cycle Assessement (LCA) mengikuti kerangka perspektif SNI ISO 14040:2016 tentang Manajemen Lingkungan-Penilaian Daur Hidup-Prinsip dan Kerangka Kerja SNI ISO 14044: 2016 tentang Manajemen Lingkungan – Penilaian Daur Hidup – Persyaratan dan Panduan.

Salah satu aspek Penilaian Daur Hidup dalam PROPER yaitu: (1) perusahaan dapat menyusun dan menyampaikan laporan pelaksanaan LCA;

(2) perusahaan mempunyai personal yang memiliki kompetensi dan sertifikasi.
Life Cycle Assessment (LCA) dapat digunakan untuk membantu strategi bisnis perusahaan dalam membuat keputusan terkait peningkatan kualitas produk dan proses serta untuk mempelajari aspek lingkungan dari produk.

Panduan dan prosedur dari Life Cycle Assessment (LCA) serta penerapannya merupakan bagian dari ISO 14040:2006 dan ISO 14044:2006 (yang diadop oleh BSN menjadi SNI ISO 14040:2016 dan SNI ISO 14044:2017).

Training ini merupakan program dalam rangka pengenalan Life Cycle Assessment (introduction to Life Cycle Assessment) dan penerapannya dalam suatu studi kasus.
Fenomena dimana banyak perusahaan saat ini sudah memiliki komitmen untuk peningkatan kinerja dibidang lingkungan hidup dengan pendekatan sistem dan proses yang terstruktur, tentu menunjukkan suatu keadaan yang lebih baik, artinya perusahaan memiliki kesadaran terhadap Perlindungan Lingkungan serta upaya meminimalisir limbah, optimalisasi penggunaan sumber yang ada di alam serta membantu mengatasi isu-isu lingkungan global.

Dengan menggunakan ISO, maka akan mengurangi timbulnya perbedaan biaya yang dikeluarkan untuk pengelolaan lingkungan karena perbedaan letak geografi.

 

Tujuan Pelatihan Life Cycle Asessment

Kegiatan pelatihan LCA ini dimaksudkan untuk memberikan bekal dan kecakapan kepada peserta dalam hal:

  • Meningkatkan persepsi terhadap bahaya kerusakan lingkungan hidup
  • Memahami standar yang terkait LCA (ISO 14040-14043) dan laporan teknis telah diterbitkan dalam Organisasi Internasional untuk Standarisasi (ISO) untuk merampingkan metodologi.
  • Menerapkan LCA dalam pengembangan strategis, pengembangan dan pemasaran produk.
  • Menerapkan metodologi LCA yang telah dikembangkan secara ekstensif selama dekade terakhir ini

Outle Materi Pelatihan Life Cycle Asessment

Day 1

  1. Pengantar tentang Global Sustainability
  2. Overview Life Cycle Assessment dan Hubungannya dengan Dukungan Keputusan Lingkungan
  3. ISO 14040:2006 Environmental management — Life cycle assessment — Principles and framework
  4. ISO 14044:2006 Environmental management — Life cycle assessment — Requirements and guidelines

Day 2

  1. Penentuan Tujuan (Goal), Lingkup (Scope), dan Batasan Sistem (Boundary System) dalam LCA
  2. Inventory Analysis (Input, Proses, dan Output)
  3. Life Cycle Impact Assessment (LCIA)
  4. Interpretasi dari Hasil Assessment (Identifikasi Hot Spot, Penarikan Kesimpulan, dan Rekomendasi)
  5. Studi Kasus Penerapan LCA

 

Peserta Pelatihan Life Cycle Asessment

Pelatihan Life Cycle Asessment ini diberikan kepada para pegawai pada level mulai staf hingga Manager atau pimpinan departemen K3L (EHS), EHS engineer, bagian quality, bagian produksi atau operasi, atau bagian yang terkait dengan proses LCA di perusahaan